Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton
Interaksi Sido Muncul

Disaksikan Menteri Kesehatan, Sido Muncul dan PERDAMI Lakukan Operasi Katarak di RSCM Kirana

Disaksikan Menteri Kesehatan, Sido Muncul dan PERDAMI Lakukan Operasi Katarak di RSCM Kirana
Penandatanganan nota kesepahaman PT Sido Muncul bersama Perdami dan TNI Angkatan darat di RSCM Kirana Jakarta.
Selasa, 16 Februari 2016 15:24 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Sampai saat ini, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita buta katarak tertinggi di Asia Tenggara. Dari per dua juta penduduk, 1,5 persenya adalah penderita katarak, dan setiap tahunya, 240.000 orang terancam mengalami kebutaan.

Berdasarkan data tersebut, perusahaan jamu moderen yakni PT Sido Muncul, kembali menggandeng Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) guna melakukan kerjasama operasi katarak sebanyak 12.000 mata di tahun 2016 ini.

Gerakan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Sido Muncul. Bahkan kegiatan yang juga dihadiri Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek tersebut, adalah kegiatan yang ke- 45.001.

Menteri Kesehatan RI, sekaligus Ketua Umum Perdami, Nila F. Moeloek menyaksikan langsung penandatanganan kerjasama dan operasi katarak di RSCM Kirana, Selasa (16/02/2016) di Jakarta Pusat.

Selain Perdami, Sidomuncul juga bekerjasama dengan RSCM Kirana, melakukan nota kesepahaman (MOU) operasi katarak gratis untuk 12.000 mata selama tahun 2016.

Kepada Legislatif.co (GoNews Group) Menkes RI mengatakan, selain sebagai Menkes dirinya hadir dengan kapasitasnya sebagai dokter mata. Dirinya juga mengaku turut bertanggung jawab untuk mengurangi penderita katarak di Indonesia.

https://www.legislatif.co/assets/imgbank/16022016/legislatifco_em32n_2.jpgDirektur Utama PT Sido Muncul, Irwan Hidayat.

"Kita bergerak, ke daerah-daerah, mulai Aceh sampai Papua untuk melakukan operasi katarak gratis, bersama Sido Muncul," kata Nila, di RSCM Kirana.

Menkes juga mengungkapkan, penderita katarak di bagian timur Indonesia lebih tinggi , karena matahari terbit dari timur sehingga sinar ultravioletnya lebih menyentuh langsung ke manusia. "Terakhir kita lakukan operasi katarak di provinsi NTB, disana sangat tinggi jumlah penderitanya, di angka 4 persen. Di Indonesia, angka diatas 2 persen itu sudah mengkhawatirkan," tukas Nila.

Operasi katarak gratis, kerjasama dengan Sido Muncul dan pihak-pihak lain yang mendukung kegiatan kemanusiaan ini, Nila mengatakan harus terus dilakukan untuk mengurangi penderita katarak. "Siapapun yang ingin membantu, kita akan sangat senang sekali," tandasnya.

https://www.legislatif.co/assets/imgbank/16022016/legislatifco_mpstk_1.jpgArtis dan jajaran marketing Sido Muncul.

Direktur Utama PT Sido Muncul, Irwan Hidayat mengatakan, Gerakan Penanggulangan Buta Katarak di Indonesia yang dicanangkan Sido Muncul, berawal pada 15 Januari 2011." Pada saat itu kami juga mengundang Wapres RI saat itu, Boediono, untuk launching sekaligus melakukan operasi terhadap 43.480 pasien di 27 provinsi di Indonesia secara cuma-cuma," cerita Irwan.

Menurut Irwan, dengan semakin luasnya dukungan masyarakat terhadap upaya pemberantasan buta katarak di Indonesia, maka akan mengurangi jumlah penderita katarak di Indonesia. "Tentu juga kegiatan ini akan meningkatkan produktivitas masyarakat," tukasnya.

Ditempat yang sama, Sido Muncul juga melakukan penandatanganan MOU dengan pihak TNI Angkatan Darat. Dimana dalam kesepakatan bersama tersebut, nantinya akan mengadakan kegiatan serupa dengan jumlah 3000 pasien/penderita buta katarak.

Penandatanganan dengan TNI Angkatan Darat tersebut, dilakukan Asisten Teritorial Mayor Jendral TNI Kustanto Widiatmoko serta Dr. dr. CH Soejono selaku perwakilan dari RUPN dr. Cipto Mangunkusomo. (*/dnl)

wwwwww