Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

Komisi X Meminta Mentri Respon BOPTN dan Bereskan Kopertis

Selasa, 16 Februari 2016 14:27 WIB
Penulis: Syafri Ario
komisi-x-meminta-mentri-respon-boptn-dan-bereskan-kopertisSutan Adil Hendra
JAKARTA- Ketua Komisi X Sutan Adil Hendra, meminta Kementrian Ristek dan PT untuk merespon Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negri (BOPTN) dan membersihkan Kopertis dari orang-orang tidak ingin memajukan dunia pendidikan.

Ia melihat kopertis itu banyak yang perlu dibenahi, karena kopertis itu sebagai wakil Kemenristek dikti di daerah.

"Jadi semestinya ini harus dibersihkan, harus orang-orang yang ingin pendidikan kita berkualitas, karena output nya di kopertis," ujar Sutan Adil Hendra, kepada legislatif.co, Selasa (16/2/2016).

Lanjutnya, Kemenristek harus membuat regulasi yang tidak untuk kepentingan tertentu.

Terkait, perguruan tinggi asing yang dibolehkan masuk ke Indonesia, menurutnya, Kementrian dalam hal ini Dirjen Kelembagaan harus menata perguruan tinggi yang menjadi lebih baik.

"Universitas asing kan baru rencana, sementara yang ada saja dulu dirjen mestinya menata perguruan tinggi kita tidak jadi abal-abal," ujarnya ***

Kategori:Badminton, Umum
wwwwww