Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
3 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
6
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
3 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Ma'ruf Cahyono : Pancasila Bisa Hidup Di Manapun.

Maruf Cahyono : Pancasila Bisa Hidup Di Manapun.
Sekjen MPR RI Ma'Ruf Cahyono saat menerima delegasi UGM.
Rabu, 17 Februari 2016 16:23 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Indonesia memiliki konstitusi yang mengatur segala bentuk hubungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Konstitusi tersebut menurut Sekretaris Jendral MPR Ri Ma'ruf Cahyono, bernama Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Di dalam UUD NRI Tahun 1945, terdapat ideologi dan dasar negara Pancasila. Artinya menurut Ma'ruf, UUD 1945 yang mengatur hubungan antara negara dengan rakyat, atau rakyat dengan rakyat, itu dijiwai ideologi Pancasila.

Hal tersebut ia ungkapkan saat menerima Delegasi kerjasama Universitas Gajah Mada dan Universitas Nagoya Jepang, Rabu (17/02/2016).

Menurutnya, Pancasila yang dijadikan dasar dan ideologi bangsa Indonesia diambil dari nilai-nilai sosial yang sudah sejak lama hidup dalam masyarakat. Bahkan nilai-nilai itu sudah ada sejak jauh sebelum NKRI lahir. Oleh para pendiri bangsa, nilai-nilai itu diperas menjadi lima sila. Sila pertama soal Ketuhanan, sila kedua tentang kemanusiaan, sila ketiga persatuan, demokrasi dan yang terakhir adalah keadilan sosial.

"Kami sangat bangga dengan ideologi Pancasila. Meski ideologi tersebut milik bangsa Indonesia namun Pancasila merupakan ideologi terbuka yang bisa merespon perkembangan dunia", kata Ma'ruf menambahkan.

Karena itu Ma'ruf berharap, delegasi dari Nagoya bisa memperkenalkan Indonesia dari sisi yang sangat penting, yaitu ideologi bangsa Indonesia. Karena Pancasila bersifat terbuka dan bisa menyesuaikan dengan kehidupan dinegara manapun.

Sekretaris jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono sendiri dalam menerima Delegasi kerjasama Universitas Gajah Mada dan Universitas Nagoya Jepang tersebut, berlangsung di ruang Samithi 3, gedung Nusantara 5 kompleks MPR DPR dan DPD.

Kerjasama diantara Fakultas Hukum kedua Universitas tersebut sudah berlangsung selama tiga tahun. Tahun ini adalah tahun ke empat kerjasama kedua perguruan tinggi tersebut. Selain ke MPR mereka juga akan mengunjungi lembaga negara lainnya, sebelum akhirnya ke Yogyakarta untuk mengikuti perkuliahan disana.

Pada kesemapatan itu Ma'ruf memberi apresiasi dan berterimakasih atas kedatangan delegasi kerjasama UGM dan Nagoya. Ma'ruf mempersilakan anggota delegasi untuk berkeliling dan melihat dari dekat kondisi gedung MPR. Serta mengambil gambar untuk dijadikan kenang-kenangan, dalam momen kunjungan tersebut.

Selain itu Ma'ruf berharap foto-foto yang diambil bisa dishare di Media sosial, untuk membantu memperkenalkan Indonesia di dunia Internsional, khususnya masyarakat Jepang. (**/dnl)

wwwwww