Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Bansos Siak, Komisi III DPR RI Sambangi Kejati Riau
Politik
11 jam yang lalu
Minta Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Bansos Siak, Komisi III DPR RI Sambangi Kejati Riau
2
RDPU dengan DPR, Ferry J Kono: Masih Banyak Yang Belum Memahami Peran KOI
Olahraga
24 jam yang lalu
RDPU dengan DPR, Ferry J Kono: Masih Banyak Yang Belum Memahami Peran KOI
3
Kapolda Metro Jaya Disebut Potensial jadi Kapolri, Kapolda Riau jadi Kepala BNN
Umum
14 jam yang lalu
Kapolda Metro Jaya Disebut Potensial jadi Kapolri, Kapolda Riau jadi Kepala BNN
4
KPK Periksa Pejabat Kemensos terkait Bansos Covid-19
Hukum
15 jam yang lalu
KPK Periksa Pejabat Kemensos terkait Bansos Covid-19
5
DPR: Sinergi Regulasi dengan Kerja Pemerintah Membangun Optimisme PEN
DPR RI
13 jam yang lalu
DPR: Sinergi Regulasi dengan Kerja Pemerintah Membangun Optimisme PEN
6
Munas Ditunda, Pengprov Pertina Kaltim dan Sulsel Minta Kepastian Jadwal 
Olahraga
12 jam yang lalu
Munas Ditunda, Pengprov Pertina Kaltim dan Sulsel Minta Kepastian Jadwal 
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Pesona Indonesia 2016

MEA Itu Peluang Emas Sektor Pariwisata, Menpar: ASITA DKI Harus Lebih Agresif

Jum'at, 19 Februari 2016 11:22 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
mea-itu-peluang-emas-sektor-pariwisata-menpar-asita-dki-harus-lebih-agresifASITA (net)
JAKARTA- Menteri Pariwisata Arief Yahya mendorong Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia di DKI Jakarta, untuk lebih agresif dan terus berinovasi. Tantangan ke depan lebih keras, lebih seru, dan lebih dinamis. Karena jumlah dan kualitas wisatawan juga akan semakin menanjak. Apalagi MEA itu menurutnya peluang emas bagi ASITA, untuk memperoleh costumers lebih besar.

"Selain menghadapi MEA, di ASEANTA sendiri sudah mencanangkan kawasan ASEAN sebagai single destination, dan akan dimulai di ITB Berlin, bulan depan. Maka peta pariwisata akan berubah, " kata Menpar Arief Yahya sesaat setelah menyampaikan keynote speechnya dalam Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Asita DKI Jakarta di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (18/02/2016) kemarin.

Menpar Arief juga berpesan, agar ASITA DKI, memperbanyak paket inbound, perkuat networking dengan sesama industri di luar negeri, dan mempromosikan bersama-sama di pasar mancanegara. "Kemenpar akan support di BAS, branding, advertising dan sales. Kami akan lakukan terobosan di strategi promosi," jelasnya.

Pelaku bisnis, yang sering disebut sebagai B (business), adalah bagian yang tak terpisahkan dalam pengembangan bidang pariwisata. B adalah unsur penting di Pentahelix, Academition, Business, Community, Goverment, Media. "Kelimanya adalah subjek, bukan objek dalam pariwisata," ungkapnya.

Karena itu, Menpar rajin menggandeng para pelaku industri biro perjalanan wisata yang tergabung dalam (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) ASITA untuk menjalankan tiga program pariwisata melalui branding, advertise dan selling. "Tiga program ini sudah kami bicarakan dengan ASITA, dan kita sepakat untuk menjalankannya bersama-sama, tentu hal itu juga harus dilakukan oleh ASITA DKI," ujarnya.

Arief mengatakan ketiga program itu akan dikemas dalam satu langkah besar yakni "integrated marketing communication". Menurut pria yang juga mantan Direktur Telkom Indonesia itu untuk program branding pariwisata Indonesia, yakni "Wonderful Indonesia" atau Pesona Indonesia, pihaknya sangat memerlukan dukungan industri dalam menyebarluaskan branding tersebut.

"Seperti Malaysia dengan 'Truly Asia'-nya, atau "Amazing" Thailand, dan "Your" Singapore, kita butuh dukungan industri untuk selalu menggunakan branding Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia dalam setiap operasionalnya," ucapnya.

Sementara untuk "advertise", Arief mencontohkan, kegiatan yang akan segera digelar, misalnya, dalam menyambut Imlek, pihaknya juga memerlukan dukungan industri untuk bisa merancang paket yang menarik untuk wisatawan.

Sedangkan untuk "selling" Kementerian Pariwisata (Kemenpar) selalu siap memfasilitasi para pelaku industri pariwisata untuk melakukan pemasaran atau pertemuan bisnis dengan jaringan pasar yang lebih luas termasuk pameran-pameran pariwisata di berbagai negara.

ASITA DKI Jakarta sendiri menurut Hasiyana S. Ahadai, sudah menggelar Musyawarah Daerah. Sebagai salah satu barometer bisnis pariwisata di Indonesia, DPD ASITA memegang peran penting bagi kemajuan pariwisata itu sendiri. "Asita sebagai ujung tombak kemajuan industri pariwisata, setiap tahunnya melakukan musyawarah Daerah guna mendukung program kerja kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif,'' ujar Hasiyanna S. Ahadi salah satu panitia Asita DKI.

Dengan mengusung tema kreatif, kompeten, dan peduli, Musda DPD Asita DKI Jakarta dihadiri DPP Asita Pusat, Ditjen Perhubungan Udara, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pariwisata, serta pemerhati pariwisata Indonesia.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Musda DPD Asita Jakarta kali ini bukan hanya sekedar membahas langkah kerja para anggota, namun juga diadakan pemilihan ketua dan pengurus periode 2016-2021 oleh lebih dari 200 orang peserta. (*/dnl

wwwwww