Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton
Pesona Indonesia 2016

Inovasi Tiada Henti, Kini Menpar Arief Yahya Incar MICE Tourism

Inovasi Tiada Henti, Kini Menpar Arief Yahya Incar MICE Tourism
Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya diapit duta Wonderful Indonesia. (istimewa)
Minggu, 21 Februari 2016 18:18 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Tak pernah berhenti berinovasi, serius promosikan Pariwisata Indonesia Menpar Arief Yahya mulai kejar wisata MICE, meetings, incentives, conferences, dan exhibitions. Dalam portopolio bisnis pariwisata, sektor ini masuk dalam kategori Man Made, yang angkanya hanya sekitar 5 persen saja.

"Kota-kota yang memiliki objek atraksi wisata, juga memiliki fasilitas convention hall, lengkap amenitasnya, kita akan promosikan MICE-nya," jelas Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, Minggu (21/02/2016) di Jakarta.

Menurutnya, asosiasi bisnis, lembaga profesi, komunitas sosial, perusahaan, perkumpulan keluarga/marga, semua berpeluang menjadi costumers. MICE cenderung memilih lokasi yang ada objek wisatanya. "Ilustrasinya begini, bapak-nya conference, anak istrinya jalan-jalan keliling kota, itu peluang lho," kata Arief Yahya.

Para pelaku industri Pariwisata Indonesia rupanya juga punya harapan yang sama. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang punya bisnis perhotelan dan convention center, Wiryanti Sukamdani juga berpikiran sama. Pemerintah diharapkan lebih banyak mendorong MICE. Yanti, panggilan Wiryanti Sukamdani, juga meminta kepada semua pihak yang menggelar pertemuan dan rapat yang skalanya international agar dilakukan di Indonesia.

”Ini akan menambah jumlah wisatawan ke Indonesia, tentunya setelah mereka rapat dan menggelar pertemuan besar, maka dia akan tamasya dan belanja, itu akan menambah jumlah dan membantu pengembangan Pariwisata. Saya sangat setuju dengan strategi ini,” ujar Anggota Komisi X DPR RI Wiryanti Sukamdani saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Kepariwisaatan di Jakarta, Sabtu (20/02/2016) kemarin.

Lebih lanjut wanita yang juga pemilik Hotel Sahid di seluruh Indonesia itu mengatakan, ini adalah merupakan bagian yang juga masuk dalam bidang pengembangan pemasaran wisata nusantara maupun international. ”Walaupun presentasenya hanya 5 persen dalam portfolio produk Pariwisata, namun wisata MICE ( Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) 25 persen sangat berpengaruh mendatangkan wisatawan,” ujar politisi Partai PDI Perjuangan yang juga pengusaha sukses di bidang pariwisata itu.

Yanti menandaskan, sebagai orang yang selama ini concern dalam pengelolaan hotel, dia berharap pariwisata terus melakukan promosi, events, terus melakukan terobosan untuk memajukan Indonesia. Sukses menanangi hotel di banyak kota di Indonesia, membuat tokoh ini sangat layak membagi ilmu soal MICE tourism.

”Pengembangan wisata pertemuan dan konvensi di 18 promosi harus terus di genjot, optimalisasi promosi di 16 destinasi MICE harus digalakkan. Makanya saya menghimbau kepada semua pihak, ayo mengadakan pertemuan di Indonesia. Pabrik-pabrik terkenal laksanakan pertemuan di Indonesia, di Bali, di Jakarta, karena konsumen Anda banyak di Indonesia. Karena Indonesia memiliki semuanya,” beber salah seorang putri pemilik hotel, Sukamdani Gitosarjono itu. (*/dnl)

wwwwww