Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
11 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
11 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
6 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
6 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
5 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Kecil Kontribusi dan Besar Dampak Buruk, Dewan Inhil Minta Iklan Rokok Ditertibkan

Kecil Kontribusi dan Besar Dampak Buruk, Dewan Inhil Minta Iklan Rokok Ditertibkan
HM Yusuf Said.
Jum'at, 26 Februari 2016 15:36 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN- Dinilai memberikan kontribusi kecil untuk daerah sedangkan dampak buruknya bagi masyarakat sangat besar, anggota DPRD Inhil, Riau meminta Pemkab agar tak lagi memajang papan iklan rokok.

Seperti yang disampaikan anggota Pansus II, HM Yusuf Said pada Public Hearing baru-baru ini di kantor DPRD Inhil, bahwa PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari semua jenis iklan yang ada senilai Rp200 juta pertahun, termasuk didalamnya iklan rokok.

''Iklan rokok itu sangat kecil kontribusinya untuk daerah sedangkan sangat besar dampaknya,'' ujar Ketua Komisi I DPRD Inhil itu.

Apalagi, dikatakannya, Inhil akan menerapkan Perda KTR (Kawasan Tanpa Rokok), sehingga hal yang berhubungan dengan rokok seperti iklan juga harus ditertibkan.

''Begitu Perda ini disahkan, maka iklan-iklan rokok harus ditertibkan, tidak boleh diperpanjang waktunya,'' tukas Politisi Partai Golkar (Golongan Karya) itu.***

wwwwww