Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
DPR RI
24 jam yang lalu
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
2
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
DPR RI
23 jam yang lalu
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
3
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
DPR RI
23 jam yang lalu
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
4
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
DPR RI
22 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
5
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
Sepakbola
20 jam yang lalu
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
6
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Museum Sang Nila Utama Riau Terus Berbenah, Sri Mecka: Kita Upayakan Pengunjung Betah

Museum Sang Nila Utama Riau Terus Berbenah, Sri Mecka: Kita Upayakan Pengunjung Betah
Berbagai koleksi di Museum Sang Nila Utama Riau.
Sabtu, 27 Februari 2016 12:54 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
PEKANBARU - Tidak bisa dipungkiri, saat ini berbagai permainan moderen dan tempat-tempat perbelanjaan menjadi tempat favorit baru bagi sejumlah orang. Dari kalangan anak-anak, remaja bahkan orang tua sekalipun.

Tentunya fenomena ini berbanding balik dengan tempat-tempat sejarah, cagar budaya maupun museum. Saat ini bahkan minat berkunjung ke museum bisa dikatakan hampir tidak ada. Kalaupun ada hanya segelintir anak-anak usia sekolah Paud, TK dan sekolah dasar yang mengikuti program sekolahnya.

Banyak faktor yang menyebabkan sepinya atau berkurangnya minat pengunjung ke museum. Bisa saja karena koleksinya hanya itu-itu saja, atau juga lokasinya yang membosankan, dan kurangnya promosi serta inovasi dari pengelolanya juga menjadi penyebabnya.

Melihat kondisi tersebut, UPT Museum dan Taman Budaya Provinsi Riau, bertekat akan mengembalikan kejayaan museum seperti awal baru dibangun. KUPT Museum dan Taman Budaya Sri Mecka kepada GoRiau.com, (GoNews Group) mengatakan, tahun anggaran 2015-2016, pihaknya akan memoles kembali kawasan Museum Sang Nila Utama dan Gedung Taman Budaya. "Pembangunan fisik sudah kita mulai, kita harapkan renovasi segera selesai tahun ini," ungkap Sri Mecka, Sabtu (27/02/2016).

Masih menurutnya, pembenahan bukan hanya dari sisi fisik gedung saja, tapi juga SDM yang ada, serta pelayanan yang akan lebih ditingkatkan kembali. "Intinya kalau ingin mendatangkan pengunjung, dan membuat mereka betah, kita harus berbenah," tukasnya.

Upaya yang dilakukan Sri Mecka bahkan mendapat dukungan Ketua Umum LAM Riau Al Azhar, menurut Al Azhar, meskipun belum lama menjabat menjadi KUPT, Sri Mecka dianggap pejuang keras dan banyak ide-ide cemerlang.

"Setidaknya ditangan beliau banyak perubahan positif," jelas Al Azhar saat menerima kunjungan dari UPT museum dan Taman Budaya beberapa waktu lalu.

Hanya sekedar informasi, pada awal berdirinya, museum di Provinsi Riau ini, dikenal dengan nama Museum Negeri Provinsi Riau. Penetapannya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tertanggal 9 Januari 1991. Peresmiannya sendiri dilakukan pada 9 Juli 1994 yang ditandatangani Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Edi Sedyawati.

Setelah dikeluarkannya UU No. 22 Tahun 1999, kemudian direvisi dengan UU No. 32 Tahun 2001 tentang Pemerintahan Daerah, maka Museum Negeri Provinsi Riau berganti menjadi Museum Daerah. Atas inisiatif kepala museum waktu itu, diberilah nama Sang Nila Utama, yang mengambil nama dari kisah seorang raja yang berkuasa sekitar abad ke-13 di Pulau Bintan.

Museum Daerah “Sang Nila Utama” adalah lokasi yang dipersiapkan untuk melakukan pengumpulan, perawatan, pengawetan, penyajian, penelitian, dan penerbitan. Selain itu juga memberikan bimbingan edukasi kultural kepada masyarakat.

Seluruh areal museum mencapai luas hampir dua hektar. Sarana dan prasarana yang ada adalah gedung perkantoran museum, meliputi ruang kepala museum, ruang administrasi, ruang pengolahan data, ruang storage koleksi, ruang kurator, ruang rapat, ruang bimbingan, ruang konservasi dan preparasi, serta ruang pameran temporer.

. Gedung induk atau ruang pameran tetap mencapai luas 1.200 meter persegi. Bentuk bangunan bergaya arsitektur rumah tradisional Melayu Riau. Pada bagian luar terdapat gedung auditorium, pos jaga, dan taman. Museum Daerah Riau “Sang Nila Utama” memiliki koleksi sebanyak 4.298 buah. Koleksi yang dipamerkan berjumlah sekitar 1.500 buah, meliputi koleksi geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika, keramologika, senirupa, dan teknologika.

Museum ini terletak ditengah Kota Pekanbaru, yakni di kawasan Jalan Jend. Sudirman No. 194 Pekanbaru Riau. Atau tepatnya berada persis di depan Gedung DPRD Riau. ***


wwwwww