Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
14 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
10 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
18 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Gempa Mentawai, Kemenpar Aktifkan Crisis Center

Gempa Mentawai, Kemenpar Aktifkan Crisis Center
Menteri Pariwisata Arief Yahya. (net)
Kamis, 03 Maret 2016 20:08 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Bencana alam, sekecil apapun, jika bersentuhan dengan objek wisata, hampir pasti langsung direspon Kementerian Pariwisata. Tadi malam, Rabu (03/03/2016), Tim Crisis Center bergerak begitu ada breaking news gempa berskala 7,8 skala richter di Mentawai Sumatera Barat.

"Kami cepat-cepat melakukan pendataan, memantau informasi, menghubungi BNPB Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan koneksi pariwisata terdekat dengan TKP," ujar Ukus Kuswara, Ketua Tim Crisis Center, Kemenpar.

Hingga siang ini, pukul 13.00 wib, tanggal 3 Maret, tim yang bermarkas di lantai 15 Gedung Sapta Pesona itu masih berstatus siaga. Warga baik di Kabupaten Mentawai maupun Padang sudah kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasa. "Suasana sudah normal, kekhawatiran terjadi tsunami itu tidak terjadi," ungkap pria berkumis ini.

Lalu pertanyaanya, bagaimana dengan iven Gerhana Matahari Total (GMT) di Mentawai, 9 Maret nanti, apakah tetap digelar sesuai rencana atau ada plan B, untuk mengantisipasi warga dan pengunjung ketakutan. "Tidak, semua berjalan sesuai rencana, namun Festival Mentawai tetap digelar sesuai rencana," jawab Raseno, Asdep Pemasaran Nusantara yang asli Padang, Sumbar.

Raseno menyebut, buat orang Padang dan Sumatera Barat, gempa bumi itu sudah seperti makanan sehari-hari. Terlalu sering ada bumi bergoyang di sana. "Jadi, masyarakat sudah biasa," jelas dia.

Tim Crisis Center melaporkan, setelah gempa berkekuatan 7,8 SR terjadi, ada gempa susulan pagi ini dengan kekuatan 5,8 SR. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir gempa tersebut terjadi pukul 07.10 WIB. Lokasi gempa berada di 4.58 LS - 94.56 BT, atau sekitar 598 km Barat Daya Kepulauan Mentawai, Sumbar. Gempa ini terjadi pada kedalaman 10 kilometer dan tidak ada tsunami akibat gempa ini.

Meskipun komunikasi dengan masyarakat di Mentawai termasuk yang berada di Pulau Siberut Selatan belum sepenuhnya lancar, tapi berdasar laporan yang dihimpun Tim Crisis Center Pariwisata, masyarakat di pulau itu telah kembali ke rumahnya dan beraktivitas sebagaimana biasa.

Kegiatan pendidikan juga berjalan dengan normal seperti biasa. Sampai siang ini tidak/ belum ada laporan korban atau kerusakan yang berarti. Begitupun masyarakat di Kota Padang (wilayah pesisir). Masyarakat telah kembali beraktivitas sebagaimana biasa meskipun malam kemarin sempat panik dan berduyun-duyun ke tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi tsunami pasca gempa.

Jalan yang longsor yakni di Panorama Kelok Cindeu, Kelurahan Kayu Kupuh, Kecamatan Gubuk Panjang, Kota Bukittinggi, saat gempa 7,8 SR terjadi, siang ini juga sudah bisa kembali dipergunakan. Petugas telah melakukan pembersihan sisa-sisa longsor. "Tidak ada laporan korban luka ataupun jiwa akibat kejadian ini," tandas Ukus.

Sebelumnya direncanakan Dinas Pariwisata Mentawai akan mengadakan pertunjukan kesenian, kuliner, permainan tradisional, dan doa bersama lintas agama pada malam sebelum gerhana. "Tapi semua tetap saja, jalan normal," sebut Ukus yang juga Ketua Forum Sesmen se Insonesia itu.

Menpar Arief Yahya terus memantau aktivitas Tim Crisis Center Kemenpar. Sejak Gunung Raung meletus, diikuti erupsi gunung di Barujari (anak Gunung Rinjani, gunung Gamalama, Gunung Sinabung, Gunung Soputan, semua kompak erupsi. "Terakhir bom pos polisi Jalan Thamrin dan virus zika. Kami sudah punya standar operating procedure, yang kami adopsi dari UN-WTO United Nation World Tourism Organization. Kami selalu menggunakan global standart," kata Arief Yahya. (*/dnl)

wwwwww