Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
16 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
12 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
12 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
18 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
8 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
8 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Metropolitan

APBD Tak Diprioritaskan ke Pertumbuhan Ekonomi, Akibatnya Angka Kemiskinan di Inhil Masih Tinggi

APBD Tak Diprioritaskan ke Pertumbuhan Ekonomi, Akibatnya Angka Kemiskinan di Inhil Masih Tinggi
Anggota Komisi III DPRD Inhil, M Sabit Bahar.
Rabu, 16 Maret 2016 15:13 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN- Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Inhil Tahun 2013, jumlah penduduk miskin di Negeri Seribu Parit ini mencapai lebih kurang 53.995 jiwa atau lebih kurang 13.499 Kepala Keluarga.

Namun demikian, dikatakan Anggota Komisi III DPRD Inhil, M Sabit Bahar, Pemkab belum juga membuat program-program yang mengacu pada pertumbuhan ekonomi.

''Penanggulangan kemiskinan belum jadi prioritas, makanya angka kemiskinan masih tinggi,'' sebutnya kepada GoRiau.com, Selasa (15/3/2016).

Seharusnya, dikatakan Politisi Partai Demokrat ini, APBD diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, seperti dengan penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

''Keinginan untuk menanggulangi kemiskinan sepertinya hanya sebatas retorika dan halusinasi saja, bagaimana mungkin kita bisa menanggulanginya, jika program yang dibuat tidak mengarah ke sana,'' tukas Sabit.adv

Kategori:Metropolitan
wwwwww