Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
MPR RI
19 jam yang lalu
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
2
Resmi Dilantik, PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak
Peristiwa
14 jam yang lalu
Resmi Dilantik, PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak
3
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
Olahraga
17 jam yang lalu
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
4
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Kesehatan
20 jam yang lalu
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
5
Hutama Karya Buka Suara Soal Isu Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal
Peristiwa
19 jam yang lalu
Hutama Karya Buka Suara Soal Isu Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal
6
Ingin Mencari Pemimpin? Datanglah ke Pondok Pesantren
Peristiwa
18 jam yang lalu
Ingin Mencari Pemimpin? Datanglah ke Pondok Pesantren
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Insiden Jatuhnya Helikopter TNI di Poso

Fadli Zon: Helikopter Memang Dibeli dengan Uang Rakyat, Tapi Fokus Saja Evakuasi Prajurit yang Tewas

Fadli Zon: Helikopter Memang Dibeli dengan Uang Rakyat, Tapi Fokus Saja Evakuasi Prajurit yang Tewas
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. (Legislatif.co)
Senin, 21 Maret 2016 15:56 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyampaikan kesedihan yang mendalam, atas gugurnya 13 prajurit TNI AD, pada saat menjalankan tugas pada operasi Tinombala, Poso.

Dimana dalam operasi tersebut gabungan TNI dan Polri dalam memburu kelompok teroris Santoso., dan mengalami kecelakaan.

Mengenai penyebab jatuhnya helikopter, Fadli mengaku masih menunggu keterangan resmi dari TNI. Namun pasca evakuasi korban selesai, dirinya mengatakan, DPR akan meminta TNI mengevaluasi peralatan angkutan udara untuk menjadi pelajaran guna tak terulang lagi ke depan.

"Yang penting saat ini adalah semua korban tewas dapat dievakuasi dan dapat dipulangkan kepada pihak keluarga.?? Helikopter dan peralatan militer lain dibeli dari uang rakyat. Tapi lebih penting, kita kehilangan orang-orang terbaik yang telah mengabdi bagi TNI dan kepentingan bangsa," tandasnya.

Kecelakaan pesawat memang sudah beberapa kali terjadi. Tahun lalu pesawat Hercules C-130 jatuh di pemukiman padat di Polonia Medan, pesawat F-16 juga terbakar di Lanud Halim Perdana Kusumah, pesawat T-50 Golden Eagle jatuh di Jogjakarta, belum lama ini pesawat latih Super Tucano juga jatuh di Malang.

Sebelumnya juga pernah terjadi kecelakaan helikopter TNI AD di Kalimantan Utara. Kali ini hal serupa terjadi lagi, helikopter TNI AD jatuh di Poso.

Masih menurut politisi dari Gerindra ini, Pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi, seharusnya lebih memperhatikan kelengkapan alustista TNI yang sudah usang. "Perlu adanya peremajaan lah, masalahnya insiden ini bukan terjadi sekali atau dua kali saja. Kita tidak boleh lengah dan menganggap sepele masalah ini," pungkasnya. ***

wwwwww