Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
5 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
5 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
18 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
5 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton
Insiden Jatuhnya Helikopter TNI di Poso

Fadli Zon: Helikopter Memang Dibeli dengan Uang Rakyat, Tapi Fokus Saja Evakuasi Prajurit yang Tewas

Fadli Zon: Helikopter Memang Dibeli dengan Uang Rakyat, Tapi Fokus Saja Evakuasi Prajurit yang Tewas
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. (Legislatif.co)
Senin, 21 Maret 2016 15:56 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyampaikan kesedihan yang mendalam, atas gugurnya 13 prajurit TNI AD, pada saat menjalankan tugas pada operasi Tinombala, Poso.

Dimana dalam operasi tersebut gabungan TNI dan Polri dalam memburu kelompok teroris Santoso., dan mengalami kecelakaan.

Mengenai penyebab jatuhnya helikopter, Fadli mengaku masih menunggu keterangan resmi dari TNI. Namun pasca evakuasi korban selesai, dirinya mengatakan, DPR akan meminta TNI mengevaluasi peralatan angkutan udara untuk menjadi pelajaran guna tak terulang lagi ke depan.

"Yang penting saat ini adalah semua korban tewas dapat dievakuasi dan dapat dipulangkan kepada pihak keluarga.?? Helikopter dan peralatan militer lain dibeli dari uang rakyat. Tapi lebih penting, kita kehilangan orang-orang terbaik yang telah mengabdi bagi TNI dan kepentingan bangsa," tandasnya.

Kecelakaan pesawat memang sudah beberapa kali terjadi. Tahun lalu pesawat Hercules C-130 jatuh di pemukiman padat di Polonia Medan, pesawat F-16 juga terbakar di Lanud Halim Perdana Kusumah, pesawat T-50 Golden Eagle jatuh di Jogjakarta, belum lama ini pesawat latih Super Tucano juga jatuh di Malang.

Sebelumnya juga pernah terjadi kecelakaan helikopter TNI AD di Kalimantan Utara. Kali ini hal serupa terjadi lagi, helikopter TNI AD jatuh di Poso.

Masih menurut politisi dari Gerindra ini, Pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi, seharusnya lebih memperhatikan kelengkapan alustista TNI yang sudah usang. "Perlu adanya peremajaan lah, masalahnya insiden ini bukan terjadi sekali atau dua kali saja. Kita tidak boleh lengah dan menganggap sepele masalah ini," pungkasnya. ***

wwwwww