Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Bansos Siak, Komisi III DPR RI Sambangi Kejati Riau
Politik
11 jam yang lalu
Minta Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Bansos Siak, Komisi III DPR RI Sambangi Kejati Riau
2
RDPU dengan DPR, Ferry J Kono: Masih Banyak Yang Belum Memahami Peran KOI
Olahraga
24 jam yang lalu
RDPU dengan DPR, Ferry J Kono: Masih Banyak Yang Belum Memahami Peran KOI
3
Kapolda Metro Jaya Disebut Potensial jadi Kapolri, Kapolda Riau jadi Kepala BNN
Umum
14 jam yang lalu
Kapolda Metro Jaya Disebut Potensial jadi Kapolri, Kapolda Riau jadi Kepala BNN
4
KPK Periksa Pejabat Kemensos terkait Bansos Covid-19
Hukum
15 jam yang lalu
KPK Periksa Pejabat Kemensos terkait Bansos Covid-19
5
DPR: Sinergi Regulasi dengan Kerja Pemerintah Membangun Optimisme PEN
DPR RI
13 jam yang lalu
DPR: Sinergi Regulasi dengan Kerja Pemerintah Membangun Optimisme PEN
6
Munas Ditunda, Pengprov Pertina Kaltim dan Sulsel Minta Kepastian Jadwal 
Olahraga
12 jam yang lalu
Munas Ditunda, Pengprov Pertina Kaltim dan Sulsel Minta Kepastian Jadwal 
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Jelang Munaslub Partai Golkar

IBU Siap Menjadi Pemimpin yang Berkarakter dan Berpegang Teguh dengan Ideologi Pancasila

IBU Siap Menjadi Pemimpin yang Berkarakter dan Berpegang Teguh dengan Ideologi Pancasila
Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar asal Palembang Sumatera Selatan, Indra Bambang Utoyo (IBU). (Legislatif.co)
Kamis, 24 Maret 2016 17:32 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar asal Palembang Sumatera Selatan, Indra Bambang Utoyo (IBU) berharap dalam kontestasi Musyawarah Nasionsl (Munas) nanti, Golkar bisa menelorkan pemimpin yang berkarakter.

"Kalau mau mendapatkan rekrutmen kepemimpinan yang baik dan berkarakter dari tingkat bawah sampai atas, partai harus bagus, moderen," kata Indra saat konfrensi pers, Kamis (24/3/2016).

Menurutnya, pemimpin yang berkarakter kuat dibutuhkan agar Golkar tidak terus terjebak terjebak dalam praktik politik transaksional.

"Moderen itu maksudnya. Pemimpin Golkar harus bebas dari perangkap individualisme dan liberalisme termasuk politik transaksional," katanya.

Dirinya juga menegaskan, siap untuk mempertahankan ideologi partai berlambang beringin itu, jika nantinya terpilih. Menurutnya, ideologi Partai Golkar adalah Pancasia. Ini menjawab pertanyaan mengenai ideologi yang belakangan terus dilontarkan bagi partai berlambang pohon beringin ini.

"Banyak yang tanya soal ideologi partai. Ideologi Golkar jelas sekali sama dengan ideologi yang dipakai Bung Karno dan kawan-kawan kala membangun negara ini. Pancasila," tegasnya.

Ia menjelaskan, ideologi itu digunakan sejak tahun 1960. Dimana, sebagai partai yang menegakkan ideologi ini, PDIP tegas menentang adanya Partai Komunis Indonesia (PKI). Hingga sekarang jalur itu jelas. Golkar tetap melawan paham yang menentang ideologi Pancasila.

"Dulu tahun 1960 PKI. Sekarang idealisme, individualisme, liberalisme. Termasuk politik transaksional. Itu jelas tertulis dalam buku-buku golkar. Ikrar panca bakti saja nomor satu pancasila," jelasnya. (**/dnl)

wwwwww