Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
17 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
14 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
14 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
18 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
11 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
6
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Munaslub Partai Golkar

IBU Siap Menjadi Pemimpin yang Berkarakter dan Berpegang Teguh dengan Ideologi Pancasila

IBU Siap Menjadi Pemimpin yang Berkarakter dan Berpegang Teguh dengan Ideologi Pancasila
Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar asal Palembang Sumatera Selatan, Indra Bambang Utoyo (IBU). (Legislatif.co)
Kamis, 24 Maret 2016 17:32 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar asal Palembang Sumatera Selatan, Indra Bambang Utoyo (IBU) berharap dalam kontestasi Musyawarah Nasionsl (Munas) nanti, Golkar bisa menelorkan pemimpin yang berkarakter.

"Kalau mau mendapatkan rekrutmen kepemimpinan yang baik dan berkarakter dari tingkat bawah sampai atas, partai harus bagus, moderen," kata Indra saat konfrensi pers, Kamis (24/3/2016).

Menurutnya, pemimpin yang berkarakter kuat dibutuhkan agar Golkar tidak terus terjebak terjebak dalam praktik politik transaksional.

"Moderen itu maksudnya. Pemimpin Golkar harus bebas dari perangkap individualisme dan liberalisme termasuk politik transaksional," katanya.

Dirinya juga menegaskan, siap untuk mempertahankan ideologi partai berlambang beringin itu, jika nantinya terpilih. Menurutnya, ideologi Partai Golkar adalah Pancasia. Ini menjawab pertanyaan mengenai ideologi yang belakangan terus dilontarkan bagi partai berlambang pohon beringin ini.

"Banyak yang tanya soal ideologi partai. Ideologi Golkar jelas sekali sama dengan ideologi yang dipakai Bung Karno dan kawan-kawan kala membangun negara ini. Pancasila," tegasnya.

Ia menjelaskan, ideologi itu digunakan sejak tahun 1960. Dimana, sebagai partai yang menegakkan ideologi ini, PDIP tegas menentang adanya Partai Komunis Indonesia (PKI). Hingga sekarang jalur itu jelas. Golkar tetap melawan paham yang menentang ideologi Pancasila.

"Dulu tahun 1960 PKI. Sekarang idealisme, individualisme, liberalisme. Termasuk politik transaksional. Itu jelas tertulis dalam buku-buku golkar. Ikrar panca bakti saja nomor satu pancasila," jelasnya. (**/dnl)

wwwwww