Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
Ekonomi
10 jam yang lalu
Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
2
Tino-Mustamsikin Siap Bangkitkan Ekonomi Kendal Lewat Barista dan Industri Kopi
Peristiwa
11 jam yang lalu
Tino-Mustamsikin Siap Bangkitkan Ekonomi Kendal Lewat Barista dan Industri Kopi
3
PBFI Sumut Manjakan Atlet Binaraga Lewat Safari Road Show
Olahraga
23 jam yang lalu
PBFI Sumut Manjakan Atlet Binaraga Lewat Safari Road Show
4
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
MPR RI
3 jam yang lalu
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
5
Menginap di Hotel bersama Pacar, Mahasiswi Terjun dari Lantai 4
Peristiwa
22 jam yang lalu
Menginap di Hotel bersama Pacar, Mahasiswi Terjun dari Lantai 4
6
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Kesehatan
4 jam yang lalu
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Jelang Munaslub Partai Golkar

Indra Bambang Utoyo: Golkar Kedepan Harus Dibawah Pemimpin yang Moderen

Indra Bambang Utoyo: Golkar Kedepan Harus Dibawah Pemimpin yang Moderen
Calon Ketua Umum Golkar asal Sumatera, Indra Bambang Utoyo. (Legislatif.co)
Kamis, 24 Maret 2016 17:24 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Politisi Partai Golkar Indra Bambang Utoyo yang juga bakal calon ketua umum partai beringin menyatakan, untuk mengubah kondisi partai yang saat ini dalam kondisi terbelah, sangat dibutuhkan kepemimpinan yang moderen.

"Pemimpin Partai Golkar nanti harus moderen. Harus berani mengubah gaya lama partai yang cenderung mengarah pada politik transaksional," kata Indra kepada Legislatif.co usia konfrensi pers, Kamis (24/3/2016).

Dirinya juga mengakui, tidak bisa menutup mata akan terjadinya transaksi politik di dalam partai. Apalagi berkaitan dengan kontestasi politik. Baik di internal dalam Musyawarah Nasional, pemilihan kepala daerah dan pemilihan kursi legislatif.

"Itu realita (politik transaksional). Jadi pemimpin partai harus moderen dan membawa partainya moderen. Harus ada keberanian membongkar kebiasaan politik uang," katanya. (**/dnl)

wwwwww