Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
14 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
11 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
19 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Pertarungan DKI 1

Dadang Rusdiana: Dukungan Hanura Untuk Ahok Sesuai Rapimda

Dadang Rusdiana: Dukungan Hanura Untuk Ahok Sesuai Rapimda
Sekretaris Fraksi Hanura, Dadang Rusdiana.
Senin, 28 Maret 2016 12:28 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Sekretaris Fraksi Hanura Dadang Rusdiana menyatakan, langkah politik Hanura untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, susah sesuai dengan putusan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda).

"Dinamika politik di DKI itu cukup luar biasa. Tapi sebetulnya, DPP memutuskan berdasarkan Rapimda yang dihadiri seluruh DPP," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (28/3/2016).

Menurutnya, keputusan Rapimda soal dukungan ke Ahok adalah mutlak dan harus dipatuhi seluruh kader. Pasalnya hal tersebut sudah melalui proses yang panjang.

"Jadi prosesnya sudah berjalan. Sehingga ketika DPP sudah memutuskna satu nama, maka tidak ada kata lain. Itu dianggap selesai dan harus patuh," tegasnya.

Dadang Rusdiana juga menjelaskan, mundurnya sejumlah kader pasca putusan partai mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pilgub DKI, adalah langkah perorangan.

"Hanura satu suara dukung Ahok. Artinya, yang mereka lakukan diluar tanggungjawab Hanura," tukasnya.

Menurutnya, putusan Hanura itu mutlak. Jadi setiap kader harus patuh. Jika ada perlawanan, tanpa mengundurkan diri, pasti akan menerima sanksi dari partai.

"Jadi ketika ada segelintir orang, ini bukan secara organisatoris, tapi perseorangan.Yang menolak pasti ada sanksi. Mulai dari peringatan sampai pemberhentian," jelasnya.

Sebelumnya beredar isu, dua orang wakil ketua dewan pimpinan daerah (DPD) Partai Hanura memilih untuk keluar dari partai karena bertentangan dengan keputusan DPP Partai Hanura, yang mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Mereka adalah Wakil Ketua DPD Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Partai Hanura Rahmat HS dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Legislatif dan Eksekutif Bustami Rahawarin. ***

wwwwww