Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
10 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
18 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Pertarungan DKI 1

Dadang Menganggap Politisi Hanura yang Menolak Dukung Ahok Pragmatis

Dadang Menganggap Politisi Hanura yang Menolak Dukung Ahok Pragmatis
Sekretaris Fraksi Hanura, Dadang Rusdiana.
Senin, 28 Maret 2016 12:33 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Sekretaris Fraksi Hanura Dadang Rusdiana menjelaskan, langkah politisi Hanura yang mundur karena menolak dukungan untuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, cenderung pragmatis.

"Yang pragmatis, ya jelas yang tidak mendukung keputusan ketum (dukung Ahok)," ketusnya saat dihubungi Legislatif.co (GoNews Group) di Jakarta, Senin (28/3/2016).

Menurutnya, keputusan itu bebas dari politik transaksional. Ia bahkan menunding oknum yang menolak, sudah melakukan transaksi politik dengan bakal calon yang lain.

"Tidak ada transaksi. Justru kita mencurigai yang tidak mendukung itu penuh transaksi. Kita dari ahok tidak dapat apa-apa. Hanya berdasarkan pertimbangan kualitas," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Dua orang wakil ketua dewan pimpinan daerah (DPD) Partai Hanura memilih untuk keluar dari partai karena bertentangan dengan keputusan DPP Partai Hanura, yang mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Mereka adalah Wakil Ketua DPD Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Partai Hanura Rahmat HS dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Legislatif dan Eksekutif Bustami Rahawarin. ***

wwwwww