Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
14 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
16 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
12 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
9 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
9 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
8 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Pertarungan DKI 1

Ingin Pilkada DKI Jadi Barometer, PKS Enggan Terburu-buru Mendukung Jagoanya

Ingin Pilkada DKI Jadi Barometer, PKS Enggan Terburu-buru Mendukung Jagoanya
Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid. (Legislatif.co)
Senin, 28 Maret 2016 12:58 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku akan menjadikan momen Pilkada DKI kali ini lebih berbeda dan akan menjadikanya pemlihan kepala daerah percontohan bagi daerah lain.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid kepada Legislatif.co (GoNews Group) usai menerima rombongan PP Muhammadiyah di DPR RI, Senin (28/03/2016).

"Kita juga menepis anggapan jika PKS sudah telat menentukan pilihan. Telat bagaimana kan masih lama, pendaftaran juga belum. Kita juga berkeinginan, agar pilkada DKI menjadi contoh baik bagi daerah lain," jelasnya.

Menurutnya, Jakarta sangat terkenal serapan APBD rendah, namun dia juga berharap DKI bisa memiliki pemimpin yang tidak terjerat kasus korupsi dan tanpa kekerasan serta ras.

"Kita juga ingin pemimpin yang potensinya lebih baik, mampu membangun daerah dan kami akan terus melakukan itu, makanya ini adalah bentuk kehati-hatian kita, bukan keterlambatan. Dari mulai DPW sampai DPP akan terus membahasnya, karena waktunya masih panjang, masih ada kesempatan bagi kita untuk melakukan koalisi dengan partai lain," pungkasnya. ***

wwwwww