Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
16 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
10 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
11 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
16 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
10 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

KSAL: Kebangkitan Indonesia Sebagai Bangsa Maritim Besar Tidak Boleh Disia-Siakan

KSAL: Kebangkitan Indonesia Sebagai Bangsa Maritim Besar Tidak Boleh Disia-Siakan
Suasana Seminar Nasional Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia di Auditorium Gubernuran Sumbar di Padang.
Kamis, 31 Maret 2016 14:53 WIB
Penulis: Calva
PADANG - Visi Presiden RI Joko Widodo mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, tidak boleh disia-siakan. Kebangkitan kembali Indonesia sebagai bangsa maritim yang besar, berdaulat, dan sejajtera tidak bisa menunggu lagi.

Penegasan ini disampaikan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi ketika menjadi salah satu keynote speech dalam Seminar Nasional Mewujudkan Poros Maritim Dunia di Auditorium Hubernuran Sumbar di Padang, Kamis (31/3/2016).

Untuk itu, kata jenderal berbintang empat ini, kita semua harus memiliki budaya maritim, yakni memandang laut sebagai bagian yang tidak terpisah dari kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya bangsa.

"Inti dari budaya maritim adalah nilai-nilai luhur yang mencerminkan karakter bahari, seperti kerjasama, gotong royong dan toleransi. Nilai-nilai ini harus kembali ditumbuhkan," katanya.

Selanjutnya, sebut KSAL, pemanfaatan sumber daya laut untuk kesejahteraan, harus dibarengi dengan kelestarian lingkungan laut. Peran pemerintah daerah dalam rangka mencegah limbah di laut akibat kegiatan di darat sangat penting dan perlu sinergi dengan berbagai pihak.

Terakhir, kata Laksamana Ade, Pemerintah Daerah harus mewujudkan sinergi dengan TNI AL dalam upaya pengawasan pemanfaatan sumber daya laut. Sehingga pelanggaran hukum terkait pengelolaan sumber daya laut bisa diatasi dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

"Saya yakin, sinergi Pemda dan TNI AL dalam pemanfaatan dan pengawasan pengelolaan sumber daya laut akan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," ujarnya. (***)

wwwwww