Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
9 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
9 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
4 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
3 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
4 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
4 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Badminton

Kemarau Panjang, Puluhan Hektare Sawah Tadah Hujan di Gampong Bukit Meutuah Terlantar

Kemarau Panjang, Puluhan Hektare Sawah Tadah Hujan di Gampong Bukit Meutuah Terlantar
Ilustrasi
Sabtu, 02 April 2016 13:43 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA- Musim kemarau panjang yang melanda Kota Langsa dan beberapa daerah lainnya, membuat puluhan hektare sawah tadah hujan di Gampong Bukit Meutuah, Kecamatan Langsa Timur terlantar.

Akibat, puluhan hektare sawah yang terlantar, ratusan petani sawah harus kehilangan mata pencahariannya," ujar salah seorang tokoh masyarakat Gampong Bukit Meutuah, Zainudin atau yang akrab dipanggil, Ucok, kepada GoAceh.co, Sabtu (2/4/2016), di Langsa.

Diakuinya, di gampongnya ada irigasi yang dipergunakan untuk mengairi sawah-sawah milik masyarakat. Tapi, irigasi itu tidak bisa mengairi air kesemua sawah-sawah milik masyarakat. Apalagi, ada salah satu bendungan irigasi yang terletak di perbatasan gampong yakni di Gampong Alur Manyong, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, sudah rusak.

Padahal, jika bendungan irigasi itu tidak rusak, minimal ada air yang tersimpan di bendungan itu. Sehingga, masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar," Tidak seperti sekarang ini, sawah-sawah masyarakat kondisinya retak-retak," ucapnya.

Karenanya, kami mengharapkan kepada Pemerintah Kota Langsa untuk segera memperbaiki bendungan yang rusak itu. Sehingga, air yang mengalir dari sungai tidak langsung ke laut, tapi bisa bertahan di bendungan tersebut dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. (ddk)

wwwwww