Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
Ekonomi
10 jam yang lalu
Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
2
Tino-Mustamsikin Siap Bangkitkan Ekonomi Kendal Lewat Barista dan Industri Kopi
Peristiwa
11 jam yang lalu
Tino-Mustamsikin Siap Bangkitkan Ekonomi Kendal Lewat Barista dan Industri Kopi
3
PBFI Sumut Manjakan Atlet Binaraga Lewat Safari Road Show
Olahraga
23 jam yang lalu
PBFI Sumut Manjakan Atlet Binaraga Lewat Safari Road Show
4
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
MPR RI
3 jam yang lalu
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
5
Menginap di Hotel bersama Pacar, Mahasiswi Terjun dari Lantai 4
Peristiwa
22 jam yang lalu
Menginap di Hotel bersama Pacar, Mahasiswi Terjun dari Lantai 4
6
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Kesehatan
3 jam yang lalu
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Walikota Padang Bahas Maling dan LGBT Saat Jumat Keliling

Walikota Padang Bahas Maling dan LGBT Saat Jumat Keliling
Wako Padang H. Mahyeldi berdialog dengan warga saat jumat keliling. (Humas)
Sabtu, 02 April 2016 07:04 WIB

PADANG - Maraknya aksi pencurian menjadi pembahasan yang cukup alot saat Walikota Padang melakukan "Jumat Keliling" (Jumling) di Masjid Babussalam Muhammadiyah, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Jumat (1/4/2016). Kawasan Sawahan yang cukup rawan kemalingan dikeluhkan warga kepada walikota saat berdialog usai shalat Jumat.

"Di Sawahan ini cukup banyak permasalahan. Berada di kawasan pusat kota sehingga di sini rawan terjadi kemalingan maupun perjudian," ujar Prof Firman Hasan, warga Sawahan.

Firman menyebut bahwa aksi pencurian tidak saja terjadi pada malam hari. Akan tetapi pencuri sudah lebih berani dalam melakukan aksinya. "Tidak saja malam hari, pada siang hari juga sering terjadi kemalingan," ungkap Firman.

Warga kerap "tapakiak" (kaget-red) begitu rumahnya kemalingan. Bermacam barang yang hilang, mulai dari handphone hingga seluruh rumah dikuras habis. "Bisa dikatakan sebulan sekali ada yang kehilangan," sebut Firman.

Mendengar keluhan tersebut, Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo langsung menanggapi. Menurut Mahyeldi, hal ini merupakan fakta yang harus disikapi. Aksi maling tidak saja pada malam hari akan tetapi juga di siang hari. "Aksi ini terjadi karena didukung situasi. Maling juga sudah menpelajari kondisi kapan pemilik rumah sedang tidak berada di rumah. Ini perlu disikapi," kata Walikota.

Meminimalisir itu, Walikota mengimbau camat setempat untuk membuat semacam komitmen dengan Muspika maupun tokoh masyarakat setempat. "Upaya itu mungkin seperti melakukan inspeksi mendadak atau tim khusus yang dikirim," ungkap Walikota.

Saat ini di tiap kecamatan juga terdapat personil Satpol PP yang di-BKO-kan. Hal ini menurut walikota bisa diperankan dan dioptimalkan. "Potensi ini bisa dimanfaatkan dan optimalkan untuk meminimalisir pencurian dan perjudian," tambah Walikota.

Walikota juga menyinggung bahwa personil Satpol PP akan ditambah di setiap kecamatan. Perekrutan personil juga sedang dilakukan. Ternasuk rencana untuk menambah sarana dan prasarana Satpol PP untuk bekerja. "Ketika potensi ini berperan, semuanya akan terkomunikasikan dengan baik. Kita ingin tim turun untuk menindak pencurian dan perjudian, kita ingin gerak cepat," kata Mahyeldi.

Tidak hanya membahas aksi pencurian, saat Jumling itu Walikota Padang juga mendengar aspirasi warga lain. Termasuk maraknya gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang merasuk di tengah kehidupan warga Kota Padang. Warga juga menanyakan permasalahan yang terjadi dan mengharapkan solusi dari permasalahan tersebut dari Walikota Padang. (Charlie/Mursalim)

Editor:Calva
Kategori:GoNews Group, Pemerintahan, Hukum
wwwwww