Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
15 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
16 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
16 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
21 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Dianggap Melecehkan Anggota DPR, Akom Dituntut Minta Maaf

Dianggap Melecehkan Anggota DPR, Akom Dituntut Minta Maaf
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. (Istimewa)
Rabu, 06 April 2016 13:51 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta agara Ketua DPR RI Ade Komarudin (Akom) segera mencabut pernyataanya yang dianggap melecehkan Anggota DPR.

Fadli Zon berang, karena sebelumnya Akom mengeluarkan pernyataan, jika ada anggota DPR yang tidak setuju dengan rencana pembangunan perputakaan DPR/MPR berfikiran sesat.

Fadli Zon meminta Akom, sapaan Ade Komaruddin, untuk mencabut pernyataan itu. "Harus minta maaf nggak bisa dong bilang anggota DPR berpikiran sesat," kritik Fadli ketika ditemui di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (06/4/2016) siang.

Menurut Fadli, pandangan Akom benar-benar dinilai keliru dan menjatuhkan marwah Anggota legislatif. "Ya sangat keliru dan harus minta maaf," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPR RI, Ade Komaruddin menyebut pembangunan gedung perpustakaan untuk tujuan mulia.

Dirinya juga berniat meningkatkan minat baca anggota DPR dan masyarakat agar wawasan mereka semakin luas. "Bagi anggota dewan yang masih berpikiran sesat, dengan membaca, saya berharap mereka bisa lebih terbuka," kata Akom beberapa hari yang lalu. ***

wwwwww