Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton
Densus 88 VS Muhammadiyah

Muhammadiyah Usut Kematian Siyono, DPR siap Beri Dukungan

Muhammadiyah Usut Kematian Siyono, DPR siap Beri Dukungan
Anggota Komisi III DPR RI, Wenny Warauw. (istimewa)
Selasa, 12 April 2016 16:55 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Terkait dengan pengusutuan yang dilakukan organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, yakni Muhammadiyah atas kematian Siyono di tangan Densus 88 terus menuai dukungan dari berbagai pihak.

Setelah beberapa ormas islam menyatakan dukungan, kini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) juga menyakatakn kesiapanya guna mendukung langkah Muhammadiyag tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi III DPR, Wenny Warouw yang mengaku turut perihatin serta merasa janggal dan mengaku jika kematian panglima dan komandan rekrutmen kelompok teroris neo Jama'ah Islamiyah (JI), Siyono benar-benar aneh.

Sekedar informasi, Siyono dinyatakan tewas saat sedang dilakukan pengawalan oleh anggota Densus 88.

"Kalau betul-betul ada oknum atau pengawal yang kerja waktu itu terbukti melakukan kekerasan. Itu tidak boleh, ini jelas pelanggaran HAM," kata Wenny di gedung DPR, Selasa (12/4/2016).

Wenny juga menjelaskan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus segera memeriksa dan memberi sanksi kepada anggota Densus 88 yang diduga terlibat dalam kematian Siyono.

Sebab, kata Wenny, kondisi Siyono meninggal pada saat itu sedang dikawal."Nanti ada komisi etika dari kepolisian akan periksa kita juga masih tanda tanya kok ngawal tahanan aja bisa mati, itu kayak gimana ya, kecuali kalau pada waktu penggerebakan itu, tapi kalau sudah ngawal dan mati itu tanda tanya besar," ujarnya.

Untuk itu, Wenny menyatakan siap mendukung langkah Muhammadiyah yang melakukan autopsi bersama Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) dan KontraS atas kematian Siyono tersebut."Jadi wajar kalau pihak Muhammadiyah menayakan seperti itu," Pungkasnya. ***

wwwwww