Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Pentingnya Brand Componen untuk Memasarkan Pariwisata di Riau

Rabu, 13 April 2016 17:26 WIB
Penulis: Satria Donald
pentingnya-brand-componen-untuk-memasarkan-pariwisata-di-riauRiyono Gede Trisoko
PEKANBARU- Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Riau Riyono Gede Trisoko mengatakan, experiencenomic adalah sebuah pemikiran tentang solusi dalam memasarkan pariwista yang mempunyai konsep Destination Brand Componen. Tujuannya untuk membentuk karater kebudayaan tempatan, khususnya di Provinsi Riau.

"Sebuah pemikiran ini yang sedang saya kembangkan untuk menjadi pemikiran bersama dalam pengembangan pangsa pasar pariwisata itu sendiri," kata Riyono kepada GoRiau.com, Rabu (13/4/2016).

Dia menjelaskan, pelaksanaan konsep Destination Brand Componen juga mempunyai kemampuan membaca peluang dan mengubahnya menjadi suatu nilai ekonomi.

Dalam konsep Destination Brand Componen salah satunya mempunyai pilar membangun suatu pariwisata bukanlah selalu dengan investasi yang besar dan mahal. Karena pariwisata bukanlah suatu ilmu ekonomi, akan tetapi ilmu sosial yang tumbuh di masyarakat.

"Ketika mau memperkenalkan produk, kita harus kenalkan terlebih dahulu karekter dan budaya terdahulu. Sebab Pariwisata tumbuh dan berkembang akibat karekter sosial masyarakat, bukanlah suatu industri yang mahal," paparnya.

Terkait progam pengembagan pariwisata yakni "Ayo Jalan-jalan ke Riau", secara perlahan sudah dilakukan dua tahun terakhir ini. Progam ini ditujukan terutama untuk wisatawan luar dan lokal, sementara untuk manca negara secara otomatis akan menyesuaikan, dengan catatan pariwisata ini dapat tumbuh berkembang secara baik dan tertata dengan benar.

"Kita mengharapkan, persoalan pariwisata dapat dilakukan bersama-sama dalam satu wadah objek wisata dapat dilirik, dinikmati dan dikunjungi," pungkasnya.(**/nal)

Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww