Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
24 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Badminton
Aristo Munandar: Gubernur Irwan Prayitno Salahi Etika Pemerintah

Komisi I DPRD Sumbar Belum Bentuk Pansus

Komisi I DPRD Sumbar Belum Bentuk Pansus
Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Aristo Munandar (tengah) bersama anggota memberikan keterangan terkait pertemuan dengan Sekretaris Daerah, Rabu (4/5/2016) di Gedung DPRD Sumbar
Kamis, 05 Mei 2016 14:20 WIB
Penulis: Agib M Noerman

PADANG - Komisi I DPRD Sumbar belum memutuskan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) dalam menyikapi kebijakan Gubernur Irwan Prayitno yang membatasi kewenangan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Sekretariat Pemprov Sumbar. Sebab, menurut pandangan beberapa anggota Komisi I langkah gubernur tidak melanggar regulasi terutama yang berkaitan dengan UU Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kami melihat apa yang dilakukan gubernur baru sebatas menyalahi etika pemerintahan. Oleh sebab itu, perlu penjelasan yang lebih lanjut dari gubernur tetapi tidak harus dengan membentuk pansus," kata Aristo Munandar, Ketua Komisi I DPRD Sumbar di Gedung DPRD Sumbar, Rabu (4/5/2016).

Disebutkan politisi Partai Golkar ini, dalam menciptakan good governance sangat dibutuhkan harmonisasi antara kepala daerah dengan pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Selanjutnya, gubernur betul-betul melihat apakah pejabat yang diangkat mampu bersinergi dan produktif.

Ketika ditanya apakah pembatasan kewenangan sejumlah pejabat Pemprov yang dilakukan gubernur adalah bentuk "memberangus" orang-orang Muslim Kasim? Anggota Komisi I dari Fraksi PKS Muchlasin membantah. Menurutnya, pejabat yang dinon aktifkan ini didasari evaluasi guburnur.

"Evaluasi gubernur tersebut menjawab bahwa pejabat tersebut dinilai kurang mampu berkoordinasi secara maksimal. Apabila pejabat kurang mampu berkoordinasi akan mempengaruhi kinerja dalam pencapaian program," jawab Muchlasin.

Sementara anggota Komisi I lainnya Siti Izzati Aziz memang pembatasan kewenangan pejabat eselon II oleh Gubernur Irwan Prayitno tidak terlepas dari kepentingan politik. Namun, ungkapnya, DPRD Sumbar tidak bisa mengintervensi hak prerogatif kepala daerah. Dijelaskan Siti Izzati, DPRD Sumbar tetap akan mengawasi semua kebijakan gubernur.

Serupa dengan Siti Izzati, Syaiful Hadi menilai tendensi politik lebih kuat dalam persoalan ini. "Kita lihat perkembangannya ke depan. Kalau memang diperlukan pembentukan Pansus akan dibentuk. Jadi, kita jangan terburu-buru," tegasnya. (agb)

wwwwww