Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Ustad Fikri Haikal MZ: Budaya Asing Mulai Gerus Budaya Indonesia

Ustad Fikri Haikal MZ: Budaya Asing Mulai Gerus Budaya Indonesia
Ustad Fikri Haikal MZ berdakwah di Sawang, Aceh Selatan. (Al Fahd Radi Fahlefi/GoAceh.co)
Kamis, 05 Mei 2016 14:13 WIB
Penulis: Al Fahd Radi Fahlefi
ACEH SELATAN – Dihadapan lebih kurang 7.000 pengunjung, putra mubalig kondang almarhum Kyai Haji Zainuddin Muhammad Zein mengaku cemas dengan dahsyatnya budaya asing masuk ke Indonesia. Moderenisasi ala kebaratan akan mengikis kebudayaan bangsa ini hingga ulama tidak dihargai.

Pernyataan bernada himbauan tersebut disampaikan Ustad Fikri Haikal MZ dihadapan lautan masa, saat mengisi ceramah Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1437 di lapangan bolakaki Habib Mustafa, Gampong Meuligo, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan Rabu malam (4/5/2016).

“Saya cemas dengan dahsyatnya budaya asing masuk ke pelosok Indonesia. Pondasi kebudayaan kita akan tergerus hingga rapuh. Bahaya kemajuan teknologi membuat anak bangsa terinspirasi hingga ulama nyaris tidak dihargai,” Ustad Fikri Haikal.

Buktinya, tambah putra almarhum dai sejuta umat ini, Jakarta sebagai tempat gudangnya ulama tetapi kemaksiatan dan kejahatan merajalela. Ironisnya, masyarakat lebih menghargai artis ketimbang ulama. Faktor ini akan berdampak buruk terhadap perkembangan agama Islam. Satu jam artis bergoyang, dinilainya mencapai ratusan juta.

“Mengantisipati hal tersebut, mari kita mendekatkan diri ke masjid-masjid, beribadah dan beramal. Bekali anak-anak kita dengan ilmu agama. Singkirkan perbedaan dengan merajut kekompakan dan persatuan agar bangsa ini selamat dunia dan akirat. Tanpa ulama dan iman, aliran keblinger akan menyusup untuk merobek ajaran islam,” ajak putra sulung KH Zainuddin MZ seraya mengakui datang ke Aceh Selatan ditemani istri dan dua putranya.

Sebenarnya, aku suami Via Suzanna, masyarakat Aceh Selatan khususnya, usmat islam di seluruh dunia pada umumnya sangat berhutang budi kepada ulama. Berkat ulama masyarakat pandai mengaji dan memahami ilmu agama. Ulama memerangi kebathilan, kemaksiatan dan mendidik umat ke arah yang benar dunia dan akhirat. Semoga masyarakat Aceh Selatan kelak menjadi penghuni Syurga. (rad)

Editor:Oriza
Kategori:Aceh, Badminton, Olympic, PON
wwwwww