Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
19 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
16 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
13 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
21 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Nama Calon Kapolri, Komisi III Belum Terima Surat Rekomendasi dari Presiden

Soal Nama Calon Kapolri, Komisi III Belum Terima Surat Rekomendasi dari Presiden
Ilustrasi.
Selasa, 07 Juni 2016 10:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Terkait nama-nama calon Kapolri yang akan menggantikan posisi Jendral Badrodin Haiti yang akan pensiun pada bulan Juli 2016 ini, sejumlah anggota dewan di Komisi III DPR mengaku belum menerima surat rekom dari Presiden Jokowi.

Kepada Legislatif.co (GoNews Group), politisi Demokrat Ruhut Sitompul mengaku belum menerima surat tersebut. "Belum ada dan kami masih menunggu," ujarnya, Selasa (07/06/2016) di Gedung Parlemen Senayan Jakarta.

Masih menurut Ruhut dirinya juga belum mengetahui keputusan pemerintah soal pergantian Kapolri yang baru, atau memperpanjang jabatan Kapolri yang sekarang ini. "Suratnya kan belum ada, jadi mau gimana? Ya saya juga susah jawabnya, tapi pada dasarnya kita di Komisi III akan membahasnya nanti kalau sudah ada surat rekomendasi dari Presiden Jokowi," tukasnya.

Hal serupa juga dikataka politisi asal Gerindra Wenny Warouw, sampai saat ini pihaknya (Fraksi Gerindra, red) juga belum menerima surat tersebut. Namun ketika ditanya siapakah orang yang paling cocok menduduki jabatan Kapolri, dirinya menyebut Budi Gunawan masih layak.

"Kita tidak boleh mengenyampingkan azas praduga tak bersalah, Komjen Budi layak dicalonkan, saat ini kan tak ada lagi masalah hukum yang menjeratnya. Tapi itu tergantung Presiden, karena beliau yang punya hak itu," jawabnya.

Sementara itu anggota Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin juga mengaku semua masih bisa berpeluang tergantung siapa nama yang diusulkan Presiden. "Kita masih menunggu surat itu, jadi kita tidak bisa memberikan keputusan si A atau si B yang harus jadi Kapolri. Karena semua hak dan kewajibanya Presiden untuk memilih," pungkasnya. ***

wwwwww