Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
22 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
16 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Waduh! Kurang Peduli K3, Wako Padang Hadiahi Bendera Hitam Untuk Dua Kelurahan di Kecamatan Kuranji

Waduh! Kurang Peduli K3, Wako Padang Hadiahi Bendera Hitam Untuk Dua Kelurahan di Kecamatan Kuranji
Wako Padang H. Mahyeldi ketika menyerahkan bendera hitam kepada dua lurah di Kecamatan Kurnji karena kurang peduli K-3. (Humas Padang)
Selasa, 07 Juni 2016 07:33 WIB

PADANG - Ada yang berbeda pada acara penutupan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2016 di Kecamatan Kuranji, Senin (5/6/2016) kemarin. Pada acara yang dihadiri langsung Walikota Padang H. Mahyeldi Datuk Marajo ini, ada penyerahan dua bendera hitam, masing-masing untuk Kelurahan Ampang dan Kelurahan Pasa Ambacang.

Dua bendera hitam tersebut tidak lain suatu simbol punishment bagi lurah yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan kantornya. Bersamaan dengan itu, lurah yang lingkungan kantornya bersih juga diberi reward.

“Saya setuju dengan punishment dan reward yang diberikan Bu Camat dalam upaya meningkatkan kesadaran peduli kebersihan,” kata Walikota di sela kegiatan tersebut.

Ia berharap, penilaian K3 akan memberi motivasi seluruh elemen untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, indah dan nyaman. Kepada dua kelurahan yang mendapatkan bendera hitam, Mahyeldi menyarankan untuk terus mengevaluasi K3 lingkungannya sehingga pada penilaian berikutnya tidak lagi mendapatkan bendera hitam.

“Kita harapkan untuk Kelurahan Ampang dan Pasar Ambacang dapat memperbaiki predikatnya untuk penilaian K3 lingkungan kantor,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Kuranji, Rachmadeny Dewi Putri mengatakan, ia bersama tim sudah melakukan penilaian langsung di setiap kelurahan sekecamatan Kuranji. Penilaian meliputi kebersihan, keindahan taman dan kantor kelurahan.

“Tim kecamatan telah melihat dan menilai langsung ke setiap kelurahan untuk kerapian, keindahan dan kebersihan taman serta kondisi K3 didalam dan diluar kantor lurah,” kata camat biasa disapa Deny itu.

Bagi yang memperoleh peringkat I ,II dan III akan memperoleh piala dan piagam, namun sedangkan bagi kelurahan yang taman dan kantornya belum memenuhi syarat kebersihan dan kesehatan mendapatkan bendera hitam.

“Pemberian bendera hitam bukan sebagai bentuk hukuman, tapi dapat menjadi cambuk bagi kelurahan yang memperolehnya agar dapat memperbaikinya, karena setiap 3 bulan sekali akan dievaluasi oleh Tim dari Kecamatan”, imbuh Deny. (DU)

Editor:Calva
Kategori:Voli, Badminton
wwwwww