Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
24 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
20 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
15 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Oesman Sapta: Ada 5 Kartel Besar yang Bermain dengan Harga Daging Sapi

Oesman Sapta: Ada 5 Kartel Besar yang Bermain dengan Harga Daging Sapi
Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta. (istimewa)
Rabu, 08 Juni 2016 13:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang mengatakan, kartel-kartel yang memainkan harga daging sapi di Indonesia harus segera dibongkar.

Pasalnya kartel-kartel ini disebut sudah menindas rakyat."Sedikit-dikitnya ada lima kartel besar dan itu udah tahu kita. Tapi jangan dibuka dulu, kalau buka nanti kabur," katanya di Gedung DPR Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Untuk itu ia mendesak agar aparat keamanan segera bertindak menelisik dan membongkar kartel-kartel yang menguasai daging sapi ini.

"Biarkan aparat keamanan, aparat penertiban aparat yang menertibkan dia. Tugas kita kan bukan menertibkan," ujarnya.

Sementara itu kata Oesman, mengenai harga daging sapi yang masih tinggi dipasaran, dirinya mengimbau agar Presiden Jokowi benar-benar menyelidikinya.

"Maksud saya, keinginan presiden menurunkan harga daging sapi sampai Rp80 ribu itu sebenarnya bisa saja, tapi Presiden harus benar-benar mengecek kondisi dilapangan, kalau hanya mendengar laporan bawahanya ya begini kacau jadinya," tukasnya.

"Para pembisik Presiden inilah yang seharusnya memberikan data sesuai fakta, agar keinginan pemerintah dalam memberikan keringanan beban masyarakat bisa terwujud," pungkas dia.

wwwwww