Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
6 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
8 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
10 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
11 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Badminton

Hidayat Nur Wahid Maklumi Pemerintah Kurangi Anggaran MPR, Tapi Ajukan Syarat Soal Penguatan Empat Pilar

Hidayat Nur Wahid Maklumi Pemerintah Kurangi Anggaran MPR, Tapi Ajukan Syarat Soal Penguatan Empat Pilar
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, terlihat berbincang hangat dengan Presiden PKS, di kediamannya saat acara buka puasa bersama. (Muslikhin/GoNews)
Jum'at, 10 Juni 2016 04:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Anggaran untuk MPR RI termasuk untuk anggaran Sosialisasi Empat Pilar MPR rencananya akan dikurangi atau dipotong oleh Pemerintah. Namun Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid mengaku memaklumi atas kebijakan tersebut.

"Kita maklum dan paham, karena Negara kita sedang mengalami kesulitan ekonomi, kekurangan anggaran, kita juga tidak mengajukan penambahan anggaran atau meminta jangan ada pemotongan, yang ada meminta penguatan saja," terang Hidayat pada acara buka puasa di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR RI di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis malam (9/6/2016).

Pemotongan itu diberlakukan untuk semua instansi pemerintah, bukan hanya MPR. Namun demikian Hidayat mengajukan usulan agar pemerintah memperkuat sosialisasi empat pilar ke masyarakat. Caranya, pemerintah ikut serta mensosialisasikan empat pilar.

"Memperkuat tidak harus selalu dengan menambah anggaran. Tetapi bisa dengan keikutsertaan eksekutif mensosialisasikan empat pilar ini sehingga jangkauannya makin luas, contohnya dengan menhadirkan orang-orang yang betul-betul paham dengan empat pilar guna menangkal semua krisis yang ada," ujarnya.

Krisisi yang ia maksud adalah, termasuk krisis moral, dengan adanya berbagai kasus pelecehan seksual, kasus pembunuhan dan kasus kekerasan. "Ini menandakan kita benar-benar krisis dan butuh tenaga handal. Kita juga perlu mengedukasi masyarakat, nah jika tidak ada penguatan atau bantuan pihak Pemerintah tentu tidak bisa maksimal," tukasnya.

Hidayat juga merasa yakin, jika eksekutif yang memiliki jangkauan sampai ke daerah-daerah ikut dalam kegiatan sosialisasi akan makin banyak masyarakat yang memahami pilar-pilar yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Dan cara sosialisasi yang sangat efektif, lanjut Hidayat, adalah dengan memberi keteladanan. Memberi contoh yang baik kepada masyarakat.

"Jika pejabatnya memberi contoh yang baik, maka masyarakat juga akan ikut melakukan hal-hal yang baik, makanya momentum Ramadan kali ini, kita berharap semua komunikasi yang baik akan tetap terjalin dari kami di MPR dan pihak Pemerintah," bebernya.

Hidayat meyakini, keikutsertaan eksekutif dalam kegiatan sosialisasi, baik melalui pengarahan maupun memberikan teladan akan menekan segala bentuk kedaruratan yang dihadapi bangsa Indonesia, seperti darurat narkoba, darurat kekerasan seksual terhadap anak, darurat moral, dan beragam kedaruratan lainnya.

"Jadi sekali lagi, menguatkan tidak selalu berarti menambah anggaran. Keikutsertaan eksekutif akan menguatkan sosialisasi empat pilar tersebut. Kalau soal anggaran, ditambahpun jika tidak ada peran serta dari semua termasuk pemerintah, juga akan sulit dijalankan," pungkasnya. ***

wwwwww