Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
21 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
18 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
22 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Begitu Ternyata! Cara Oknum Berseragam di Terminal Minta Uang Kopi dari Supir Angkutan, Ini Cuplikan Videonya...

Lokasi: Terminal Bulakan Kandi, Koto Nan IV, Payakumbuh, Sumatera Barat (Video: GoRiau.com)
Selasa, 12 Juli 2016 00:08 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Aksi beberapa orang oknum yang bertugas di terminal di Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat ini sungguh kurang terpuji. Meski berseragam lengkap, mereka tak segan minta uang 'kopi' kepada supir angkutan, mulai dari travel sampai bus.

GoRiau.com sempat mengabadikan aksi tersebut. Walau tidak sedari awal, yang jelas video berdurasi 20 detik yang diambil pada 11 Juli 2016 siang, di Terminal Bulakan Kandi Koto Nan IV, Payakumbuh, Sumatera Barat itu cukup menggambarkan bagaimana realitas yang terjadi dan kerap dialami oleh para supir selama ini.

Awalnya supir transportasi antar kota antar provinsi masuk ke dalam kawasan Terminal (Bulakan Kandi, Koto Nan IV Payakumbuh). Di gerbang, terlihat orang berpakaian sipil menunggu. Bak sudah saling paham, supir lalu membuka kaca dan memberikan uang Rp3 ribu.

Mobil itu pun berjalan masuk ke area terminal. Tak lama, tampak seorang oknum berseragam dinas sudah menunggu. Ia mencegat mobil angkutan dan menyuruhnya masuk ke dalam (terminal). Alasannya, untuk mengecek kelengkapan kendaraan dan trayek.

Namun setelah di dalam, satu petugas berseragam lainnya yang sudah menunggu di depan posko angkutan lebaran langsung mendatangi supir (ke pintu depan sebelah kanan). Tanpa basa-basi, sang oknum langsung minta uang, dengan istilah 'uang kopi'.

"Ginilah bang, kasih uang kopi aja," sebut oknum tersebut. Mendengar itu, spontan seisi mobil kaget dan dibuat geleng-geleng kepala. "Ooh, yo lah pak, kalau memang itu (uang kopi) bilang sajo sejak awal tadi pas di luar," jawab sang supir dengan nada sedikit kesal.

Wajar saja si supir kesal, lantaran saat di luar tadi, petugas berseragam serupa ngotot menyuruh masuk mobil angkutan rute Padang-Pekanbaru itu dengan alasan pemeriksaan. Bahkan nada bicaranya juga sedikit 'memaksa', seolah-olah supir tersebut membuat kesalahan.

Setelah percakapan ini, supir lalu mendatangi posko tersebut dan nyetor uang kopi yang dimaksud. Setelahnya, mobil itu boleh jalan lagi. Sementara proses pemeriksaan yang disebut-sebut sejak awal justru tidak dilakukan sama sekali. Entah itu cuma akal-akalan saja atau seperti apa.

Pantauan GoRiau.com, ada sekitar empat sampai lima angkutan umum lainnya yang juga mengalami hal serupa, mulai dari travel sampai bus, turut jadi sasaran. "ndak malu, pakai baju seragam tapi ngutip duit," reaksi salah seorang penumpang melihat kejadian ini.

Menurut si supir yang enggan disebutkan identitasnya ini, aktivitas seperti itu bisa dikatakan sudah berlangsung sejak lama dan menjadi rahasia umum dikalangan mereka. Nominalnya juga bervariasi, mulai Rp5 ribu dan seterusnya, tergantung saku supir-supir ini.

"Dikasih sedikit petugasnya kesal, dikasih banyak kita yang tandeh (kehabisan uang, red). Alah diagiah pitih ndak pulo bilang terimakasih (sudah dikasih uang pun tidak bilang terima kasih, red). Pengemis saja dikasih duit masih bisa beterima kasih," ketus supir tersebut sambil mengemudikan mobilnya. ***

Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww