Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
22 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
15 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
15 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
15 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
20 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Ulah Kapal Tongkang PT Arara Abadi, Pulau Untut Terancam Hilang, Dewan Ancam Persoalkan ke Kementrian

Ulah Kapal Tongkang PT Arara Abadi, Pulau Untut Terancam Hilang, Dewan Ancam Persoalkan ke Kementrian
Kapal-kapal milik PT Arara Abadi yang bersandar di Pulau. (Farikhin/GoRiau)
Sabtu, 23 Juli 2016 09:07 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Dijadikan pelabuhan sandar ilegal kapal-kapal tongkang PT Arara Abadi, akibatnya Pulau Untut, Desa Labuhan Bilik, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, terancam hilang dari peta.

"Karena fakta yang kita dapati di lapangan kerusakan sudah sangat parah," terang Anggota DPRD Pelalawan dari daerah pemilihan (Dapil) II, Suprianto SP, kepada GoRiau.com, Sabtu (23/7/2016).

Menurut Suprianto, saat dirinya bersama rekan anggota DPRD Pelalawan dari Dapil II melakukan reses di Kecamatan Teluk Meranti, didapati sejumlah temuan yang sangat mengejutkan terkait Pulau Untut.

"Sudah terjadi abrasi yang sangat luar biasa serta rusaknya pepohonan di pulau akibat kapal ponton PT Arara Abadi. Sehingga Pulau Untut terancam hilang," kata Ketua rombongan reses.

Diungkapkan Suprianto, kini berbagai jenis pepohonan yang ada di Pulau Untut, seperti Bakau, Api-api, Langgadai dan Tumuh, sudah banyak yang rusak dan mati.

Sambung Suprianto, ternyata kehadiran perusahaan juga tidak memberikan kontribusi bagi masyarakat di wilayah operasional.

"Menurut masyarakat, PT Arara Abadi tidak ada kontribusi. Justru yang terjadi kerusakan lingkungan yang berimbas pada perekonomian masyarakat nelayan di sana," tegasnya.

Suprianto menegaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar pertemuan dengan pihak-pihak terkait. "Jika perlu, persoalan ini akan kita bawa ke Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Kelautan dan Kehutanan. Karena ini jelas-jelas perusakan lingkungan," tandasnya.(***)

wwwwww