Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
15 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Oalaaa, 'Ngakunya' Baru 2 Kali Beraksi, Pelaku Jambret Kejam di Pekanbaru Ini, Ternyata Baru Bebas Setahun Lalu

Oalaaa, Ngakunya Baru 2 Kali Beraksi, Pelaku Jambret Kejam di Pekanbaru Ini, Ternyata Baru Bebas Setahun Lalu
Iwen, pelaku jambret kejam yang berhasil diringkus tim opsnal Polsek Bukit Raya
Senin, 25 Juli 2016 11:14 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bukit Raya, Pekanbaru, Provinsi Riau masih melakukan penyidikan mendalam terhadap MN alias Iwen (25) pelaku jambret yang diketahui tidak segan untuk menganiaya korbannya saat beraksi.

Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, AKP Sihol Sitinjak, Senin (25/7/2016) mengatakan, hasil pemeriksaan awal dan dari Laporan Polisi (LP) yang ada saat ini, Iwen beraksi dua kali, di wilayah Kecamatan Sukajadi dan Kecamatan Limapuluh.

"Pengakuannya baru dua kali, tapi kita akan lakukan pengembangan lebih lanjut. Karena informasi yang kita peroleh, pelaku ini merupakan spesialis jambret," kata Sihol.

Sihol melanjutkan, dalam menjalankan aksinya, pelaku yang baru saja bebas dari penjara pada bulan Juli 2015 ini juga dikenal selalu membawa senjata tajam (sajam) berupa samurai dan bahkan diduga memiliki senjata api (senpi).

"Tapi saat kita lakukan penggeledahan ke rumah pelaku, kita tidak menemukan sajam maupun senpi. Tapi kita akan tetap selidiki lagi. Iwen kita jerat pasal 365 KUHP, ancaman sembilan tahun penjara," pungkasnya.***

wwwwww