Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
5 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
23 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Badminton

Kumpulkan Tokoh Masyarakat Tanjung Balai, Kapolri: Jangan Terprovokasi, Ini Masalah Salah Paham dalam Bertetangga

Kumpulkan Tokoh Masyarakat Tanjung Balai, Kapolri: Jangan Terprovokasi, Ini Masalah Salah Paham dalam Bertetangga
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (istimewa)
Sabtu, 30 Juli 2016 19:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Isu SARA dalam kerusuhan di Tanjung Balai diminta agar tidak diperpanjang dan diperuncing. Sebab,kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, kerusuhan tersebut hanyalah bagian dari persoalan dalam bertetangga.

?"Rusuh tanjung balai merupakan masalah bertetangga, ya kesimpulanya salah paham," ujar Kapolri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/7/2016) malam.

Pasca kerusuhan tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memang langsung menggelar pertemuan dengan tokoh setempat, serta pemuka agama. Hal ini ia lakukan agar konflik tidak meluas dan tambah meruncing.

?Dalam proses hukumnya Polri telah mengamankan tujuh orang. Dan sekarang ini Kapolda Sumut sementara waktu akan tinggal di Tanjung Balai, dan langsung memimpin langsung pengaman di lokasi dengan memperkuat pasukan Brimob yang dibantu pasukan TNI.

?"Agar masyarakat tidak terprovokasi karena ini persoalan individu serta diminta berpikiran jernih dalam menyikapi masalah ini. Sumatra utara sebagai tempat tolrenasi umat beragama harus di pertahankan," demikian Jenderal Tito.

Kapolri juga meminta seluruh masyarakat tetap tenang dan menahan diri. (***)

wwwwww