Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kerangkat Tim Persela Sudah Terbentuk Kata Nil Maizar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Kerangkat Tim Persela Sudah Terbentuk Kata Nil Maizar
2
HNW: Pencabutan Klaster Pendidikan Bukti RUU Ciptaker Bermasalah
MPR RI
24 jam yang lalu
HNW: Pencabutan Klaster Pendidikan Bukti RUU Ciptaker Bermasalah
3
Kadis Dukcapil pun Diminta Berkawan dengan Penjaga Makam
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kadis Dukcapil pun Diminta Berkawan dengan Penjaga Makam
4
Pilkada 2020, Tito Tunjuk 4 Pejabat jadi Pjs. Gubernur
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Pilkada 2020, Tito Tunjuk 4 Pejabat jadi Pjs. Gubernur
5
Anggota Dewan Bermesraan dengan Istri Saat Rapat Virtual Bahas Anggaran, Begini Kejadiannya
Internasional
23 jam yang lalu
Anggota Dewan Bermesraan dengan Istri Saat Rapat Virtual Bahas Anggaran, Begini Kejadiannya
6
RSO Dan Mimi Irawan Berharap Rudy Hartono Cepat Sembuh
Olahraga
23 jam yang lalu
RSO Dan Mimi Irawan Berharap Rudy Hartono Cepat Sembuh
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Sekolah Fatih Aceh Bantah Tudingan Pemerintahan Turki

Sekolah Fatih Aceh Bantah Tudingan Pemerintahan Turki
Fatih Bilingual School Banda Aceh
Sabtu, 30 Juli 2016 08:30 WIB
BANDA ACEH - Pihak Sekolah Fatih Bilingual School Teuku Nyak Arief di Banda Aceh, membantah tudingan Pemerintahan Turki yang memasukkan sekolah itu ke dalam jaringan teroris.

“Kami pastikan bahwa isu itu tidak benar. Kami menolak atas semua tuduhan Pemerintah Turki yang juga disampaikan oleh Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia,” kata Kepala Sekolah Fatih Bilingual School, Banda Aceh, Sabar Risdadi, Jumat (29/7/2016).

Sabar mengatakan, Sekolah Fatih hadir di Aceh pasca musibah tsunami di Aceh. Kehadiran sekolah ini untuk membantu anak-anak Aceh kembali bisa mendapatkan pendidikan yang baik dengan kualitas yang baik pula.

Sejak hadir pada 26 Desember 2006, Fatih yang menerapkan pendidikan berbahasa Indonesia dan Inggris menjadi sekolah unggul.

“Sekolah ini sendiri dimiliki oleh Yayasan Fatih Indonesia dan berbadan hukum Indonesia, bahkan pembiayaan juga berasal dari masyarakat di Indonesia termasuk di Aceh, jadi sekolah ini tidak ada kaitannya dengan urusan pemerintahan dan politik di Turki,” jelas Sabar.

Sejak adanya pernyataan yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Turki melalui Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia, Sabar mengakui, banyak orangtua murid yang mempertanyakan hal tersebut kepada pihak sekolah.

“Namun, kami sudah jelaskan kepada semua wali murid bahwa pernyataan itu tidak benar, dan penjelasan ini juga kami sampaikan kepada murid-murid agar mereka tidak terganggu proses belajarnya, dan mereka dalam hal ini wali murid dan para murid sudah memahami hal tersebut,” ujarnya.

Hingga saat ini, sebut Sabar, proses belajar mengajar di kedua gedung sekolah Fatih School baik sekolah putra maupun sekolah putri berjalan dengan baik. Tak terganggu oleh adanya pernyataan tersebut.

Sabar mengaku sudah mendengar tudingan Turki itu. Namun mereka belum memperoleh surat resmi dari Kedutaan Turki terkait tuduhan yang dilontarkan itu.

Sabar menyayangkan Kedutaan Turki yang mengintervensi sistem pendidikan Indonesia dan meminta pemerintah untuk menutup sekolah yang bekerjasama dengan Turki.

“Indonesia negara berdaulat, tidak bisa diatur oleh negara lain,” sebut Sabar.

Fatih Bilingual School mengelola sekolah tingkat SMP dan SMA di Banda Aceh. Terdapat dua sekolah berasrama yaitu Fatih Putra dan Fatih Putri.

Fatih Bilingual School mengelola sekolah berasrama untuk putri di kawasan Lamnyong dan sekolah berasrama putra di kawasan Lamlagang, Banda Aceh.

Sejumlah prestasi di berbagai olimpiade berhasil diraih siswa Fatih baik di tingkat nasional maupun internasional.

Diberitakan sebelumnya, Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia menyorot keberadaan sembilan sekolah di bawah manajemen PASIAD, sebuah organisasi non-pemerintah asal Turki.

Kesembilan sekolah manajemen PASIAD itu berada di Yogyakarta, Depok, Bandung, Tangerang Selatan, Semarang, Sragen, Kalimantan, dan dua sekolah di Banda Aceh, yaitu Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School Putra dan Putri.

Turki menuding sembilan sekolah itu terkait jaringan Fethulah Gulen, yang oleh Turki disebut sebagai kelompok teroris dan berada di belakang upaya kudeta negara itu awal bulan ini.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:kompas.com
Kategori:Aceh, GoNews Group, Pendidikan

wwwwww