Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
17 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
21 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
18 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Sekolah Fatih Aceh Bantah Tudingan Pemerintahan Turki

Sekolah Fatih Aceh Bantah Tudingan Pemerintahan Turki
Fatih Bilingual School Banda Aceh
Sabtu, 30 Juli 2016 08:30 WIB
BANDA ACEH - Pihak Sekolah Fatih Bilingual School Teuku Nyak Arief di Banda Aceh, membantah tudingan Pemerintahan Turki yang memasukkan sekolah itu ke dalam jaringan teroris.

“Kami pastikan bahwa isu itu tidak benar. Kami menolak atas semua tuduhan Pemerintah Turki yang juga disampaikan oleh Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia,” kata Kepala Sekolah Fatih Bilingual School, Banda Aceh, Sabar Risdadi, Jumat (29/7/2016).

Sabar mengatakan, Sekolah Fatih hadir di Aceh pasca musibah tsunami di Aceh. Kehadiran sekolah ini untuk membantu anak-anak Aceh kembali bisa mendapatkan pendidikan yang baik dengan kualitas yang baik pula.

Sejak hadir pada 26 Desember 2006, Fatih yang menerapkan pendidikan berbahasa Indonesia dan Inggris menjadi sekolah unggul.

“Sekolah ini sendiri dimiliki oleh Yayasan Fatih Indonesia dan berbadan hukum Indonesia, bahkan pembiayaan juga berasal dari masyarakat di Indonesia termasuk di Aceh, jadi sekolah ini tidak ada kaitannya dengan urusan pemerintahan dan politik di Turki,” jelas Sabar.

Sejak adanya pernyataan yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Turki melalui Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia, Sabar mengakui, banyak orangtua murid yang mempertanyakan hal tersebut kepada pihak sekolah.

“Namun, kami sudah jelaskan kepada semua wali murid bahwa pernyataan itu tidak benar, dan penjelasan ini juga kami sampaikan kepada murid-murid agar mereka tidak terganggu proses belajarnya, dan mereka dalam hal ini wali murid dan para murid sudah memahami hal tersebut,” ujarnya.

Hingga saat ini, sebut Sabar, proses belajar mengajar di kedua gedung sekolah Fatih School baik sekolah putra maupun sekolah putri berjalan dengan baik. Tak terganggu oleh adanya pernyataan tersebut.

Sabar mengaku sudah mendengar tudingan Turki itu. Namun mereka belum memperoleh surat resmi dari Kedutaan Turki terkait tuduhan yang dilontarkan itu.

Sabar menyayangkan Kedutaan Turki yang mengintervensi sistem pendidikan Indonesia dan meminta pemerintah untuk menutup sekolah yang bekerjasama dengan Turki.

“Indonesia negara berdaulat, tidak bisa diatur oleh negara lain,” sebut Sabar.

Fatih Bilingual School mengelola sekolah tingkat SMP dan SMA di Banda Aceh. Terdapat dua sekolah berasrama yaitu Fatih Putra dan Fatih Putri.

Fatih Bilingual School mengelola sekolah berasrama untuk putri di kawasan Lamnyong dan sekolah berasrama putra di kawasan Lamlagang, Banda Aceh.

Sejumlah prestasi di berbagai olimpiade berhasil diraih siswa Fatih baik di tingkat nasional maupun internasional.

Diberitakan sebelumnya, Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia menyorot keberadaan sembilan sekolah di bawah manajemen PASIAD, sebuah organisasi non-pemerintah asal Turki.

Kesembilan sekolah manajemen PASIAD itu berada di Yogyakarta, Depok, Bandung, Tangerang Selatan, Semarang, Sragen, Kalimantan, dan dua sekolah di Banda Aceh, yaitu Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School Putra dan Putri.

Turki menuding sembilan sekolah itu terkait jaringan Fethulah Gulen, yang oleh Turki disebut sebagai kelompok teroris dan berada di belakang upaya kudeta negara itu awal bulan ini.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:kompas.com
Kategori:Aceh, Badminton, Umum
wwwwww