Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
19 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
16 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
12 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
16 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
20 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Terbukti Cabuli Anak Tirinya, Oknum Pegawai Pelindo II Divonis 12 Tahun Penjara

Terbukti Cabuli Anak Tirinya, Oknum Pegawai Pelindo II Divonis 12 Tahun Penjara
Suasana persidangan kasus pencabulan, dengan terdakwa ayah tiri korban. (Cece/GoNews.co)
Rabu, 03 Agustus 2016 18:55 WIB
Penulis: Cece Kusmana
PONTIANAK - Salah seorang oknum pegawai Pelindo II Pontianak, Helmi(40) divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pontianak, karena terbukti melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak tirinya, Rabu (03/08/2016) sore.

Dari pantauan GoNews.co, putusan persidangan kasus pencabulan ini dibacakan langsung Ketua Majelis Kusno, yang didampingi dua Hakim Anggota yakni Haryanta dan Sutarmo.

Menurut Haryanta, terdakwa Helmi memang benar-benar terbukti melakukan pencabulan terhadap anak tirinya tersebut.

"Sebagai orang tua yang dimaksud, Hemli sebagai ayah yang seharusnya menjaga anaknya, namun telah berbuat tindak pidana pencabulan. Bahkan terdakwa juga melakukanya berulang-ullang dan terbukti melanggat Pasal 82 UU No 35, tahun 2014, tentang perlindungan anak," katanya saat membacakan putusan.

Atas dasar itulah, Majelis Hakim akhirnya menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Helmi dengan hukuman penjara maksimal selama 12 tahun dan subsider 6 bulan ditambah dengan denda sejumlah Rp500 juta.

Dari fakta persidangan, perbuatan yang di lakukan oleh Helmi tersebut, telah mengakibatkan luka robek pada kemaluan korban yang tak lain adalah anak tirinya yakni (KS). Dari persidangan ini, Hakim juga menolak pledoi yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa. (***)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kalimantan Barat, Beladiri, Olympic, Badminton
wwwwww