Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapal China Kepergok Lintasi Laut Indonesia, Sukamta: Tenggelamkan!
Politik
12 jam yang lalu
Kapal China Kepergok Lintasi Laut Indonesia, Sukamta: Tenggelamkan!
2
Kemenpora Berencana Vaksinasi Atlet, Hetifah Tekankan Skema Prioritas
DPR RI
14 jam yang lalu
Kemenpora Berencana Vaksinasi Atlet, Hetifah Tekankan Skema Prioritas
3
GG PAN: Pemecatan Arief Budiman Harus Jelas dan Terukur
Politik
14 jam yang lalu
GG PAN: Pemecatan Arief Budiman Harus Jelas dan Terukur
4
Soal Realisasi Anggaran Tahun 2020, Menpora Dapat Apresiasi Komisi X DPR RI
Olahraga
12 jam yang lalu
Soal Realisasi Anggaran Tahun 2020, Menpora Dapat Apresiasi Komisi X DPR RI
5
Fraksi PKS DPR Minta BPK Komitmen Awasi Penyaluran Dana Penanganan Covid-19
Politik
12 jam yang lalu
Fraksi PKS DPR Minta BPK Komitmen Awasi Penyaluran Dana Penanganan Covid-19
6
Usai Pesawat Sriwijaya Air, Prediksi Mbak You soal Gempa Kini Terbukti
Peristiwa
6 jam yang lalu
Usai Pesawat Sriwijaya Air, Prediksi Mbak You soal Gempa Kini Terbukti
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Terbukti Cabuli Anak Tirinya, Oknum Pegawai Pelindo II Divonis 12 Tahun Penjara

Terbukti Cabuli Anak Tirinya, Oknum Pegawai Pelindo II Divonis 12 Tahun Penjara
Suasana persidangan kasus pencabulan, dengan terdakwa ayah tiri korban. (Cece/GoNews.co)
Rabu, 03 Agustus 2016 18:55 WIB
Penulis: Cece Kusmana
PONTIANAK - Salah seorang oknum pegawai Pelindo II Pontianak, Helmi(40) divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pontianak, karena terbukti melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak tirinya, Rabu (03/08/2016) sore.

Dari pantauan GoNews.co, putusan persidangan kasus pencabulan ini dibacakan langsung Ketua Majelis Kusno, yang didampingi dua Hakim Anggota yakni Haryanta dan Sutarmo.

Menurut Haryanta, terdakwa Helmi memang benar-benar terbukti melakukan pencabulan terhadap anak tirinya tersebut.

"Sebagai orang tua yang dimaksud, Hemli sebagai ayah yang seharusnya menjaga anaknya, namun telah berbuat tindak pidana pencabulan. Bahkan terdakwa juga melakukanya berulang-ullang dan terbukti melanggat Pasal 82 UU No 35, tahun 2014, tentang perlindungan anak," katanya saat membacakan putusan.

Atas dasar itulah, Majelis Hakim akhirnya menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Helmi dengan hukuman penjara maksimal selama 12 tahun dan subsider 6 bulan ditambah dengan denda sejumlah Rp500 juta.

Dari fakta persidangan, perbuatan yang di lakukan oleh Helmi tersebut, telah mengakibatkan luka robek pada kemaluan korban yang tak lain adalah anak tirinya yakni (KS). Dari persidangan ini, Hakim juga menolak pledoi yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa. (***)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kalimantan Barat, Hukum, Peristiwa, GoNews Group
wwwwww