Sri Winarti Korban Tenggelam di Beting Aceh Siang Ini Dikebumikan, Beliau Dikenal Supel dan Bergaul
![]() |
| Sri Winarti (Kanan) dan Ayut Rumpoko (Kiri), mahasiswa yang tenggelam di perairan pantai Beting Aceh, Rupat Utara, Bengkalis, Riau. |
Penulis: Ira Widana
Putri pertama dari pasangan Asmawati dan Jufriadi ini meninggal diusia yang masih belia yakni 21 tahun. Meski sangat berat menerimanya, namun pihak keluarga mengaku sudah ikhlas atas kepergian Sri Winarti lebih dulu menghadap sang pencipta.
"Kami dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan musibah ini. Terimakasih juga kepada semua pihak yang sudah turut membantu mengantarkan anak kami kembali ke rumah. Saat kami antarkan dulu, dia masih sehat dan ceria, namun saat diantarkan pulang ia hanya diam dan sudah tiada," ujar Muhammad Yusuf yang merupakan kakek Almarhumah kepada GoRiau.com, Rabu (10/8/2016).
Diceritakan M Yusuf, cucunya ini sehari-hari sangat supel dan mudah bergaul. Tidak pernah memilih teman. "Dia juga kebanggaan bagi adek-adeknya. Saat ini ibunya sangat terpukul sekali, dengan musibah ini. Doa kami agar Sri diberikan tempat yang baik disisi Nya nanti," ujarnya lagi.
Yusuf juga mengaku sedikit kecewa dengan aparat pemerintah Desa setempat yang menyatakan bahwa cucunya bersama teman-temannya mengunjungi pantai Beting Aceh tanpa ada kordinasi dengan pemerintah Desa terlebih dahulu, seperti yang dituangkan dalam surat yang disampaikan kepada keluarga saat mengantarkan jenazah almarhumah.
"Kita inikan sudah kena musibah, janganlah disalahkan lagi anaknya. Tetapi kami dari keluarga sangat berterimakasih sekali karena pemerintah desa setempat bertanggung jawab mencari hingga mengantarkan jenazah anak kami," tutupnya.
Sementara itu, Sekcam Rupat Utara Jundi Mustari saat dikonfirmasi GoRiau.com perihal surat yang disampaikan kepada keluarga korban membenarkan bahwa rombongan mahasiswa KKN UIN Suska Riau yang pergi ke Beting Aceh tanpa sepengetahuan pemerintah Desa setempat.
"Jadi mereka itu pergi 14 orang kesana untuk mengisi waktu lowong mereka. Bukan sedang melaksanakan jadwal dari KKN mereka. Dan hal itu dibenarkan juga oleh kordinator KKN nya. Jadi saat mereka kesana itu, tidak ada pemerintah desa setempat yang ikuti mengawasi kegiatan mereka," imbuh Sekcam.
Keluarga korban yang satunya lagi, Ayut Rumpoko, warga Desa Angkasa, Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan hingga berita ini dirilis masih belum bisa dihubungi.
Menurut informasi, korban Ayut Rumpoko ini, merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Orang tua laki-laki korban diketahui sudah meninggal, ia tinggal bersama orang tua perempuan yang merupakan pensiunan dari karyawan PT Serikat Putra di kecamatan Bandar Petalangan.***













