Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
9 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Badminton

Tempuh Jarak 1 KM, Karnaval Budaya Kostum Lagaligo Bakal Digelar di Kabupaten Barru Sulsel Sore Ini

Tempuh Jarak 1 KM, Karnaval Budaya Kostum Lagaligo Bakal Digelar di Kabupaten Barru Sulsel Sore Ini
Peragaan busana Lagaligo di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. (Arsyad/GoNews)
Kamis, 11 Agustus 2016 17:12 WIB
Penulis: Arsyad
BARRU- Karnaval Budaya Kostum lagaligo, merupakan salah satu rangkaian acara Festival Budaya To Berru, sore ini bakal digelar Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barru, dengan berjalan kaki dan jarak tempuh sekitar 1 KM, Kamis (11/08/2016).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Karnaval atau pihak Panitia Festival Budaya To Berru Faisal Yunus.

"Acara bukan hanya sekedar karnaval biasa, karena selain peserta diwajibkan berjalan kaki menyusuri rute sepanjang 1 KM, acara ini juga merupakan bagian dari promosi wisata daerah," tukasnya.

Selain sebagai ajang promosi daerah, acara ini juga mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Barru, tentang sejarah dan isi sebuah buku yang dinamakan Lagaligo.

"Pada intinya, acara ini juga menggambarkan cerita singkat tentang isi dan makna dalam buku bugis Lagaligo," terang dia.

Buku atau kitab Lagaligo ini merupakan epik mitologi dari Sulawesi Selatan, yang sudah ditetapkan oleh Unesco menjadi naskah terpanjang di dunia dengan 13.000 baris teks dan 12.000 manuskrip folio.

Dalam sejarahnya, Lagaligo sendiri adalah nama seorang lelaki Bugis yang lahir dari ibu beretnis Tionghoa, I We Cudai, dan ayahnya bernama Sawerigading. I La Galigo juga telah dipentaskan dalam panggung drama theater di Tanah Air dan mancanegara. 

Karya Bugis kuno itu ditulis kembali di dalam buku I La Galigo dalam bahasa Indonesia yang diterjemahkan Muhammad Salim dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh John H McGlynn.

Buku Laligo sendiri telah masuk ke Perpustakaan Nasional. Dan buku ini juga memiliki 10.334 naskah kuno dari seluruh aksara di Indonesia, dengan I La Galigo satu di antara harta nasional tidak ternilai. (***)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Sulawesi Selatan
wwwwww