Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
6 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
5 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
Sepakbola
34 menit yang lalu
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
29 menit yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
24 menit yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Badminton

ICM Akui Proses Tender Proyek di Bengkalis Terkesan Berbelit-belit dan Perlahan Bunuh Kontraktor Lokal

Senin, 15 Agustus 2016 18:28 WIB
Penulis: Ira Widana
icm-akui-proses-tender-proyek-di-bengkalis-terkesan-berbelitbelit-dan-perlahan-bunuh-kontraktorDel Adrion, Ketua Ikatan Contraktor Mandau.
DURI - Proses lelang proyek di ULP Bengkalis sudah memasuki tahap II yang dalam waktu dekat akan diumumkan pemenangnya. Menurut Ikatan Contraktor Mandau (ICM), proses lelang ini tidak berjalan normal sesuai aturan yang sudah di buat ULP sendiri.

Dikatakan ketua ICM, Del Adrian kepada GoRiau.com, dalam proses yang lelang yang tengah berjalan saat ini terlihat panitia ULP Bengkalis mengubah persyaratan yang sudah ditetapkan, seperti Surat Keterangan Tenaga Teknik (SKT) dan Surat Keterangan Tenaga Ahli (SKA) sesuai jenis pekerjaan.

"Dalam persyaratannya, kontraktor harus melengkapi persyaratan SKT dan SKA sesuai dengan jenis pekerjaannya. Hal itu sudah dilakukukan kontraktor asal lokal ini, tapi selang proses berjalan persyaratan itu diubah lagi oleh panitia. Jangan aturan yang sudah ada ini dijadikan tameng untuk menjatuhkan kontraktor lokal," ujar Del Adrion, Senin (15/8/2016).

Menurut Del, kontraktor lokal lama-lama akan mati alias habis jika untuk proyek dibawah Rp 1 miliar pun masih didominasi kontraktor luar Kecamatan Mandau.

"Kita minta kepad ULP, janganlah mengubah-ubah syarat yang sudah ditetapkan sebelumnya. Lama-lama kontraktor Mandau akan berguguran jatuh atau sama dengan perlahan membunuh kontraktor lokal. Lain hal misalnya proyek besar, silahkan dikerjakan kontraktor luar," kata Del lagi.

Mengenai persyaratan SKT ini, lanjutnya lagi, banyak perusahaan pemenang yang sewa dari luar daerah. Sehingga saat pengerjaan dilapangan pekerjanya banyak yang tidak sesuai dengan SKT yang diajukan saat tender.

"Kita akan turun ke lapangan, jika kontraktor di lapangan tidak memiliki SKT yang dibutuhkan seperti di lapangan, maka akan kita usir kontraktor tersebut. Kita akan bantu ULP untuk melakukan monitoring di lapangan, agar aturan yang ditetapkan panitia ULP ini juga terealisasi di lapangan," ujar Del. ***

Kategori:PON, Badminton
wwwwww