Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
14 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
20 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
15 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
13 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Home  /  Berita  /  Badminton

Pelaku Tewas Ditembak, Pembunuhan Anggota Polisi Meranti Diduga Bermotif Cemburu

Pelaku Tewas Ditembak, Pembunuhan Anggota Polisi Meranti Diduga Bermotif Cemburu
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo
Kamis, 25 Agustus 2016 13:14 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyebutkan, perkelahian antara Brigadir Adil S Tambunan dengan oknum honorer Dispenda Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau berinisial AAP hingga berujung tewasnya polisi diduga bermotif cemburu.

Ini dikatakan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Kamis (25/8/2016) siang di ruangannya. "Diduga karena cemburu. Dini hari itu, anggota tersebut (Adil, red) dikabari membawa wanita ke hotel," bebernya. "Kalau hubungan mereka kita belum tahu," lanjutnya.

Mengetahui ini, AAP mendatangi Adil, Kamis dini hari pukul 01.30 WIB, hingga berujung perkelahian di halaman hotel Furama, Selatpanjang. Adil ditikam lima kali di dada, tangan serta terluka di punggung. Sedangkan AAP melarikan diri usai itu.

Sekitar subuh, AAP ditangkap di Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau. "Ketika ditangkap, dia bawa badik dan sempat melawan. Tembakan peringatan tidak direspon sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan terukur," tegas Guntur.

"Ditembak di bagian paha dan mata kaki. Dia langsung dilarikan ke RSUD, namun meninggal dunia," tutupnya. Akibat kematian AAP, ribuan warga Kepulauan Meranti pagi tadi sempat mendatangi rumah sakit mempertanyakan keganjilan atas tewasnya si honorer. ***

wwwwww