Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
20 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
21 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
19 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
21 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Picu Kerusuhan Massa, Kapolda Riau Langsung Perintahkan Propam ke Meranti Usut Tewasnya Pembunuh Polisi

Picu Kerusuhan Massa, Kapolda Riau Langsung Perintahkan Propam ke Meranti Usut Tewasnya Pembunuh Polisi
Tampak massa kepung Mapolres Kepulauan Meranti, Riau (Foto: Istimewa)
Kamis, 25 Agustus 2016 15:10 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol Supriyanto langsung memerintahkan Kabid Propam turun ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (25/8/2016) siang, guna mengusut kematian AAP, oknum honorer Dispenda yang tewas.

AAP tewas setelah mengalami luka tembak di paha dan mata kaki. Keganjilan itulah yang memicu kemarahan warga di sana, sampai-sampai menimbulkan bentrokan berdarah di Mapolres, di mana satu warga meninggal terkena lemparan batu.

"Kapolda sudah intruksikan Kabid Propam ke sana melakukan pengusutan sekaligus mempelajari Standar Operasional Prosedur (SOP) proses penangkapan," jawab Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo kepada GoRiau.com (GoNews Group).

"Jika memang ada kesalahan prosedur, kita akan jalankan sanksi sesuai kode etik internal (kepolisian, red). Tim dari Propam, tim dari Dit Reskrimum dan Brimob sudah bergerak ke sana menggunakan speedboat," lanjutnya di ruangan.

Diberitakan sebelumnya, AAP membunuh Brigadir Adil disebabkan cemburu lantaran sang oknum bersama wanita di hotel, Kamis dini hari. Pelaku pun menikam polisi itu lima kali hingga meregang nyawa. Beberapa jam kemudian, AAP berhasil ditangkap dan ditembak kakinya. ***

wwwwww