Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
23 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
20 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
23 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
6 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
19 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

15 Polisi Meranti Diperiksa, Kadiv Propam Polri Angkat Bicara Soal Kematian Adi dan Bentrokan di Mapolres

15 Polisi Meranti Diperiksa, Kadiv Propam Polri Angkat Bicara Soal Kematian Adi dan Bentrokan di Mapolres
Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Pol Mochamad Iriawan (Foto: Internet)
Jum'at, 26 Agustus 2016 17:40 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kepala Divisi Propam Mabes Polri, Irjen Mochamad Iriawan angkat bicara terkait kematian honorer Dispenda Kepulauan Meranti, Provinsi Riau yang tewas usai ditembak di kakinya oleh polisi saat penangkapan Kamis (25/8/2016) subuh lalu di Pulau Merbau.

Menurutnya, Propam Polda Riau dan Mabes masih bekerja memeriksa personil Kepolisian yang terlibat atau turun saat pelaku ditangkap lusa lalu. Sebab itu, Jenderal bintang dua ini enggan berkomentar banyak soal proses penyelidikan terkait dugaan pelanggaran prosedur.

"Kita belum bisa bicara banyak, sampai sekarang tim masih bekerja," jawab dia saat diwawancarai GoRiau.com (GoNews Group) setibanya di Kepulauan Meranti, Jumat sore.

Meski demikian, ia menjanjikan akan secepatnya membuka teka-teki tersebut, sehingga segala kejanggalan dapat terkuak. "Kalau kapan itu belum bisa dipastikan, yang jelas secepatnya terkuak apa yang sebenarnya," singkatnya didampingi Kabid Propam Polda Riau, AKBP Pitoyo Agung Yuwono.

Terpisah, Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan, sudah ada 15 orang polisi yang diperiksa Propam pasca kasus tersebut, di mana salah satunya adalah Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, AKP Aditya Warman.

Menurut Guntur, 15 orang polisi itu tidak hanya diperiksa terkait penangkapan Apriadi Pratama, melainkan juga terkait bentrokan di Mapolres, di mana mengakibatkan seorang warga sipil tewas. "Apakah sudah sesuai prosedur atau tidak," ucap dia.

Guntur memastikan tidak akan menutup-nutupi anggota polisi yang melakukan kesalahan. Yang jelas, untuk membuktikannya mesti harus memeriksa secara intensif agar menemui titik terang. "Secepatnya, perkembangan pemeriksaan juga akan diberitahu," yakinnya. ***

wwwwww