Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
24 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
21 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
24 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
5
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
6 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Meski Dubes Belanda, Kemenpar dan Gubernur Riau Tak Datang di Pacu Jalur, Orang Kuansing Tak Kecewa

Meski Dubes Belanda, Kemenpar dan Gubernur Riau Tak Datang di Pacu Jalur, Orang Kuansing Tak Kecewa
Dua jalur sedang berpacu di Tepian Narosa Telukkuantan, Kamis (25/8/2016) siang.
Jum'at, 26 Agustus 2016 06:15 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing) sedikitpun tidak merasa kecewa dengan tidak hadirnya Duta Besar (Dubes) Belanda, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI dan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman untuk membuka dan menyaksikan secara langsung pacu jalur tradisional yang sudah menjadi iven nasional.


"Lebih baik mereka tidak datang, terutama Gubernur Riau. Sebab, saya lihat tidak ada kontribusi nyata yang diberikan Pemprov Riau dalam pelaksanaan pacu jalur," ujar Adi, seorang warga Kuansing saat berbincang-bincang dengan GoRiau.com, Kamis (25/8/2016) sembari menyaksikan pacu jalur.

Sepengetahuannya, panitia pacu jalur kalang kabut dalam mencari anggaran untuk pelaksanaan pacu jalur. Sebab, Kuansing hanya menganggarkan Rp366 juta‎ untuk pacu jalur tahun ini.

"Sedangkan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp1,6 miliar. Anehnya, Pemprov Riau hanya membantu dua baliho plus 30 umbul-umbul. Untuk apa bantuan ini?" tutur Adi.

Senada dengan itu, Fitri juga tidak mempersoalkan Gubernur Riau yang tidak hadir di Kuansing untuk menyaksikan pacu jalur.

"Biar sajalah mereka tak datang. Mungkin gubernur malu untuk membuka pacu jalur, sebab bantuannya tak ada," ujar Fitri.

Beda halnya dengan Riko, ia malah mempertanyakan pernyataan panitia pacu jalur yang selalu menggembor-gemborkan lewat media massa, bahwa Dubes Belanda dan Kemenpar akan hadir.

"Dimana-mana ngomongnya Dubes Belanda akan hadir, Kemenpar akan datang. Ternyata, satu pun tak ada yang hadir. Entah bagaimana panitia ini," celetuk pria jangkung tersebut.

Sementara itu, secara terpisah Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi menyatakan Gubernur Riau tidak bisa hadir dikarenakan adanya sesuatu hal yang tak dapat ditinggalkan.

"Untuk bantuan pacu jalur, kita melalui Dinas Pariwisata sudah berupaya untuk mempromosikan dimana-mana," ujar Ahmad usai membuka pacu jalur.***

wwwwww