Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
13 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
17 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
14 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Beladiri

Tuntut Keadilan Hukum, Pihak Keluarga WM, Tersangka Kasus Serum Palsu Berencana Mempraperadilankan Polresta Pekanbaru

Tuntut Keadilan Hukum, Pihak Keluarga WM, Tersangka Kasus Serum Palsu Berencana Mempraperadilankan Polresta Pekanbaru
Naryoto kakak kandung W (tengah) bersama kuasa hukum, A Khairi SH (kanan)
Senin, 29 Agustus 2016 16:19 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Pihak keluarga dari tersangka WM salesman yang saat ditahan Polresta Pekanbaru, Riau, Sabtu (6/8/2016) lalu terkait kasus serum palsu berencana akan mengambil langkah praperadilan untuk meminta keadilan hukum terhadap WM.

Keluarga WM melalui kuasa hukum, A Khairi SH saat menggelar jumpa pers, Senin (29/8/2016) mengatakan, pihaknya merasa jika kliennya tidak mendapatkan keadilan secara hukum, karena kliennya hanya menjalankan perintah dari seorang dokter berinisial MG yang bekerja di klinik Bunda Medical Center (BMC) Rumbai untuk mencarikan serum palsu tersebut.

"Klien kami hanya memenuhi permintaan konsumennya (MG) untuk mencarikan serum anti tetanus dan kemudian membeli serum itu di Sail Farma (kini bernama Lekong Farma) seharga Rp1.150.000," kata Khairi saat berbincang dengan GoRiau.com.

"Klien kami tidak tahu jika serum tersebut palsu, karena hanya bertugas mencarikan dan membelikan serum tersebut. Bahkan uang yang digunakan untuk membeli serum itu diperoleh dari MG. Kenapa hanya klien kami yang dijadikan tersangka? Sementara dokter itu tidak," sambungnya.

Kepada GoRiau.com, Khairi menegaskan untuk menindaklanjuti hal ini, pihaknya akan mengambil langkah praperadilan dan meminta pihak penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru untuk mengusut kasus serum palsu ini secara adil.

"Kita minta penyidik agar kasus yang menjerat klien kami diproses secara profesional, jangan tebang pilih, hanya klien kami yang diproses, sedangkan dokter yang jelas-jelas menyuruh klien kami tidak diproses. Bahkan saat ini, masa penahanan klien kami sudah diperpanjang," tegasnya.

Naryoto yang merupakan kakak kandung WM, mengungkapkan jika adiknya itu hanya bekerja sebagai salesman dan tidak mengetahui sama sekali, jika serum yang dibeli dari Apotek Lekong Farma tersebut.

"Intinya kami minta keadilanlah, jangan hanya adik saya saja yang diproses hukum, sedangkan dokter yang memesan dan meminta adik saya untuk mencarikan serum itu tidak diproses," tambahnya.***

Kategori:Beladiri
wwwwww