Tagihan PLN Selalu Dibayar, tapi Tunggakan Terus Bertambah
Penulis: Ilyas Ismail
IDI - Pemkab Aceh Timur melalui Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan menunding PT PLN Persero Area Langsa dan Aceh tidak transparan dalam menghitung rekening pembayaran penerangan jalan umum (PJU) di Aceh Timur.
“Pihak kita Pemkab Aceh Timur setiap tahunnya telah melakukan pembayaran tunggakan PJU dan terus menambah meteranisasi, namun angka tunggakan PJU dalam wilayah Aceh Timur terus meningkat. Ada apa ini?,” kata Kepala BLHKP Aceh Timur, Fakhrurrazi, kepada GoAceh, Jumat (2/9/2016)malam.
Fakhrurrazi menjelaskan, sejak dirinya menjabat sebagai Kepala BLHKP Aceh Timur pada tahun 2013-2014, Pemkab Aceh Timur telah membayar tunggakan kepada PLN sebesar Rp2 miliar dengan sisa tunggakan Rp4 miliar.
“Dalam tahun 2015 Pemkab kembali membayar Rp6,3 miliar dengan 3 kali pembayaran. Namun di akhir tahun 2015 masih juga punya tunggakan sebanyak Rp11,9 miliar. Kemudian ditahun 2016 kita bayar lagi Rp4,7 miliar. Tapi hari ini kita masih juga punya tunggakan mencapai Rp13,9 miliar. Bagaimana hitungan pihak PLN,” ujarnya.
Intinya kata Fakhrurrazi, Pemkab Aceh Timur setiap tahunnya terus membayar tunggakan PJU Aceh Timur, namun yang anehnya tunggakan itu terus bertambah. “Makanya kita sangat heran menilai hitungan rekning PJU di Aceh Timur. Kita terus bayar, tapi angka tunggakan semakin bertambah. Apakah lampu PJU yang telah memakai token juga masih dihitung oleh PLN, sehingga tunggakan meningkat setiap tahunnya,” kata Fakhrurrazi.
Selain itu katanya, Pemkab Aceh Timur dari tahun 2014 hingga tahun 2016 telah menambahkan 41 titik KWH parabayar untuk PJU. “7 titik KWH parabayar di wilayah Pereulak bisa mencakupi 20 km PJU, namun turunya pambayaran hanya Rp20 juta per bulan tidak sebanding dengan hitungan PJU dari pihak PLN yang terjadi selama ini, “ katanya.
Setoran dari PLN ke PAD Aceh Timur dari 8 persen pemotongan biaya PJU dari rekning seluruh pelangan Aceh Timur, Rp3 hingga Rp 3,8 miliar. “Sedangkan utang rekening PJU Pemkab Aceh Timur ke PLN setiap tahunnya hampir mencapai Rp 12 miliar,” tukasnya.












