Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
15 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
15 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
16 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
20 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Olympic

Dituding Menyandera 7 Orang Tim MenLHK, Ini Jawaban Masyarakat Rohul

Dituding Menyandera 7 Orang Tim MenLHK, Ini Jawaban Masyarakat Rohul
Kebakaran lahan dan hutan di Riau (Foto: Satgas Karlahut)
Senin, 05 September 2016 19:11 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Puluhan masyarakat dari Kabupaten Rohul, Riau yang dituding melakukan penyanderaan terhadap tujuh orang penyidik dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK) akhirnya buka suara, Senin (5/9/2016).

Melalui Ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPBD) Desa Bonai, Rohul, Jefriman menjelaskan, kalau mereka tidak melakukan panyenderaan seperti yang diisukan belakangan, namun untuk konfirmasi dan diskusi dengan ketujuh orang perwakilan KLHK itu.

"Maksud kami hanya sekedar ingin bertanya, ingin memberitahukan kepada anggota tim itu. Sesuai adat istiadat kami, kami ingin bertanya," ungkapnya saat menggelar jumpa pers di Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin sore.

Ia pun meminta maaf kepada semua pihak terkait kesalahfahaman tersebut, termasuk permintaan maaf kepada Menteri LHK, Siti Nurbaya. "Mungkin apa yang kami lakukan waktu itu salah menurut hukum, kami meminta maaf. Tidak ada maksud lainnya, kami hanya berdiskusi," ucapnya.

Menurut Jefriman, kronologis saat kejadian kemarin itu semata-mata reaksi yang spontan dari masyarakat, saat melihat tim MenLHK melakukan penyegelan dan memasang pancang. "Melihat tindakan itu kita langsung bertanya kepada petugas dan membawa mereka untuk berdiskusi," jelasnya.

Ia menambahkan, ketika itu petugas MenLHK tidak dikenali, karena masuk tanpa didampingi perwakilan Pemerintah daerah. "Mereka lakukan penyegelan, pasang plang, setiap pekerjaan di suatu tempat ini menurut saya harus bekerja sama dengan Pemda," ucap dia. ***

Kategori:Olympic
wwwwww