Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Anak Laki-laki Korban Penusukan di Dumai Diamankan, Kapolres: Statusnya Masih Saksi

Anak Laki-laki Korban Penusukan di Dumai Diamankan, Kapolres: Statusnya Masih Saksi
Ilustrasi
Selasa, 06 September 2016 19:08 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Kejadian penusukan terhadap Diana (47) ibu rumah tangga (IRT) yang ditemukan bersimbah darah, Sabtu pagi (3/9/2016) di warung miliknya Jalan Utama RT02 Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kapur, Dumai, Riau, ada titik terang.

Dimana pihak Polres Dumai saat ini sudah mengamankan anak laki-laki berinisial A (20), hal ini dibenarkan oleh Kapolres Dumai, AKBP Donald Ginting kepada sejumlah wartawan termasuk GoRiau.com, Selasa (6/9/2016).

"Dia ini anak korban, ia memang nakal dan sering bermasalah, dari informasi yang kita kumpulkan. Jadi kita masih memeriksa anak korban berinisial A, sebagai saksi," ujarnya.

Hasil visum, lanjutnya, ada 11 tusukan di badan korban. Korban meninggal karena tusukan di dada yang tembus ke paru-paru. Motifnya murni pembunuhan. Meskipun tidak semua barang-barang korban hilang semua.

"Barang korban yang hilang, yaitu anting emas. Korban sendiri memiliki profesi sebagai rentenir. Kita kembangkan juga pada pekerjaan korban," jelas AKBP Donald Ginting. ***

wwwwww