Dituding Sandera Tim MenLHK, 3 Suku di Rohul Desak Kejelasan Status Tanah Ulayat ke Pemerintah
![]() |
| Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau tahun 2016 |
Penulis: Chairul Hadi
Mereka meminta agar pemerintah (Rohul), khususnya Plt Bupati untuk dapat membantu memberikan kepastian serta kejelasan status dari tanah ulayat itu. Pasalnya, sejak diurus pada tahun 2006 hingga saat ini, mereka juga tak kunjung dapat izin mengelola lahan, yang mereka anggap adalah hak tiga suku di sana.
"Kami hanya meminta apa yang menjadi hak kami. Kenapa dipersulit. Ini kami kelola turun temurun dan menjadi sumber penghidupan bagi anak kemenakan kami," ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Bonai, Jefriman, didampingi para ninik mamak desa, Rabu (7/9/2016).
Menurut mereka, kejelasan soal status tanah ulayat tersebut dirasa perlu ada kepastian, ditambah lagi pasca tudingan penyanderaan tim dari MenLHK beberapa waktu lalu, yang mereka nilai tidak benar. Hal itu pun turut jadi pembahasan warga dengan pemerintah Kabupaten Rohul.
"Apa yang kami lakukan saat itu hanya merupakan spontanitas saja. Informasi soal tudingan penyanderaan tersebut sama sekali tidak benar. Ini yang harus kami sampaikan ke pemerintah. Saat itu kami hanya ingin mempertanyakan status lahan yang sampai saat ini izinnya belum keluar," ucap dia.
Masyarakat, lanjut dia, sama sekali tidak tahu kalau itu rombongan tim MenLHK. Karena sejak masuk dan melakukan aktivitas pengukuran, pengambilan gambar hingga pemasangan pelang, tak satupun aparat pemerintahan desa yang turut serta dilibatkan.
"Ya pemerintah (Rohul) janji, dalam waktu dekat akan membentuk tim khusus yang terdiri dari instansi terkait untuk mencari kebenaran atas simpang siurnya informasi tersebut. Plt Bupati juga minta kami bersabar dan menjaga kondusifitas desa," tukas dia.
Sebelumnya, tujuh orang tim MenLHK diisukan mengalami penyanderaan usai menyegel lahan yang terbakar di sana. Polisi menyatakan, kalau kobaran api di lahan milik kelompok tani tersebut berasal dari area kebun milik masyarakat sekitar, yang kemudian menjalar ke lahan ini.***
| Kategori | : | Olympic |













