Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
10 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
9 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
13 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
6
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
9 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Badminton

Dagangkan Kulit Harimau Sumatera, Dua Warga Kuansing Divonis 4 Tahun Penjara

Dagangkan Kulit Harimau Sumatera, Dua Warga Kuansing Divonis 4 Tahun Penjara
Ilustrasi
Kamis, 08 September 2016 22:49 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Herman alias Man bin Mausin dan Adrizal Rakasiwi, warga Kuantan Mudik, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau divonis 4 tahun penjara. Mereka dinyatakan bersalah atas perkara perdagangan kulit harimau sumatera pada persidangan di Pengadilan Negeri Rengat Cabang Telukkuantan, Kamis (8/9/2016) siang.

Persidangan yang dipimpin oleh Wiwin Sulistia selaku hakim ketua dan didampingi oleh Petra J Siahaan dan Emanuel MP Sirait selaku hakim anggota? menyatakan kedua terdakwa melanggar pasa 21 ayat (2) huruf d jo pasal 40 ayat (2) UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistem jo pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Disampaikan Hakim Wiwin, terdakwa dihadapkan kedepan persidangan dengan dakwaan melanggar pasal 21 ayat (2) huruf d jo pasal 40 ayat (2) UU RI nomor 05 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistem jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Vonis tersebut labih tinggi dari tuntutan JPU, Andrianto dan Siti Tarigan. Dimana, kedua tersangka dituntut 2 tahun 6 bulan penjara.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, BKSDA Riau bersama Polda Riau menangkap kedua terdakwa pada awal 2016 silam. Bersama keduanya, aparat penegak hukum berhasil mengamankan barang bukti berupa kulit harimau dan binatang liar lainnya yang sudah diawetkan.***

Kategori:Olympic, PON, Badminton
wwwwww