Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
Politik
19 jam yang lalu
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
2
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
23 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
3
Masih Ada 7 WNI Yang Terancam Hukuman Mati, Gus Jazil Minta Pemerintah Belajar dari Kasus Eti
Peristiwa
19 jam yang lalu
Masih Ada 7 WNI Yang Terancam Hukuman Mati, Gus Jazil Minta Pemerintah Belajar dari Kasus Eti
4
Kata Hetifah tentang PJJ 'Hybrid'
DPR RI
14 jam yang lalu
Kata Hetifah tentang PJJ Hybrid
5
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
6
Gus Jazil Ajak Generasi Muda Berjuang Lewat Medsos
Politik
24 jam yang lalu
Gus Jazil Ajak Generasi Muda Berjuang Lewat Medsos
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dagangkan Kulit Harimau Sumatera, Dua Warga Kuansing Divonis 4 Tahun Penjara

Dagangkan Kulit Harimau Sumatera, Dua Warga Kuansing Divonis 4 Tahun Penjara
Ilustrasi
Kamis, 08 September 2016 22:49 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Herman alias Man bin Mausin dan Adrizal Rakasiwi, warga Kuantan Mudik, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau divonis 4 tahun penjara. Mereka dinyatakan bersalah atas perkara perdagangan kulit harimau sumatera pada persidangan di Pengadilan Negeri Rengat Cabang Telukkuantan, Kamis (8/9/2016) siang.

Persidangan yang dipimpin oleh Wiwin Sulistia selaku hakim ketua dan didampingi oleh Petra J Siahaan dan Emanuel MP Sirait selaku hakim anggota? menyatakan kedua terdakwa melanggar pasa 21 ayat (2) huruf d jo pasal 40 ayat (2) UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistem jo pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Disampaikan Hakim Wiwin, terdakwa dihadapkan kedepan persidangan dengan dakwaan melanggar pasal 21 ayat (2) huruf d jo pasal 40 ayat (2) UU RI nomor 05 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistem jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Vonis tersebut labih tinggi dari tuntutan JPU, Andrianto dan Siti Tarigan. Dimana, kedua tersangka dituntut 2 tahun 6 bulan penjara.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, BKSDA Riau bersama Polda Riau menangkap kedua terdakwa pada awal 2016 silam. Bersama keduanya, aparat penegak hukum berhasil mengamankan barang bukti berupa kulit harimau dan binatang liar lainnya yang sudah diawetkan.***


wwwwww