Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
17 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
11 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
11 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Badminton

Mengejutkan, Jhony Targetkan Tinju Boyong Emas Olimpiade Tokyo 2020

Mengejutkan, Jhony Targetkan Tinju Boyong Emas Olimpiade Tokyo 2020
Kamis, 08 September 2016 18:50 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Mengejutkan. Ketua Umum PP Pertina, Jhony Asadoma sesumbar menargetkan tinju bakal memboyong medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Pernyataan itu diungkapkan Jhony pada acara pelantikan Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) periode 2016-2020 di Gedung Serbaguna Jakarta, Kamis (8/9/2016).

"Target kita akan ada petinju Indonesia yang mampu meraih emas di Tokyo," katanya. Meski tak satupun petinju Indoneaia tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Jhony tetap saja optimis. Alasannya, Indonesia memiliki banyak petinju potensial.

“Waktu empat tahun sebelum Olimpiade Tokyo cukup untuk melakukan penguatan. Indonesia salah satu negara gudangnya petinju berbakat. Karena itu, emas Olimpiade mengapa tidak?,” ujar pria berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) di Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) ini.

Salah satu terobosan yang akan dilakukan Jhony adalah memecah Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) menjadi tiga. Tujuannya, daya tampung pelatnas bisa lebih besar dari sebelumnya.

Ia menyadari memang tidak mudah mengatasi kendala dana untuk mewujudkan mimpi tersebut. Namun, dengan menjalin kemitraan dengan pihak-pihak swasta, impian ini bisa terwujud. "Satu Pelatnas akan dihidupi dari anggaran PP Pertina, sedangkan dua lainnya menjadikan dana pihak ketiga sebagai sumber keuangan," ujarnya.

Selain itu, Jhony mrnyebut pihaknya akan menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. "Kita tidak boleh menyepelekan peran daerah yang cukup besar perannya dalam membina tinju,” pungkasnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Non Olympic, Olympic, Badminton
wwwwww