Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
8 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
9 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
11 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
13 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
9 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Badminton

Harga Pala Membaik, Petani di Aceh Selatan Sejahtera

Harga Pala Membaik, Petani di Aceh Selatan Sejahtera
Pedagang pengumpul sedang mengupas puli (bunga) pala dengan cara menyiram air, agar lunak. [Al Fahd Radi Fahlefi]
Minggu, 11 September 2016 17:47 WIB
Penulis: Al Fahd Radi Fahlefi

TAPAKTUAN - Seiring melonjaknya harga komoditas pala dengan hasil panen yang melimpah, membuat masyarakat petani pala di Kacamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan sejahtera.

“Hasil tani unggulan di Kabupaten Aceh Selatan adalah pala. Apabila harga komoditas ini normal, maka  ekonomi masyarakat dengan sendirinya makmur. Tamanan pala merupakan sandaran kehidupan bagi masyarakat setempat,”  kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Selatan, T. Masrul baru-baru ini.

Era tahun 2015-2016, produksen pala terbanyak didominasi wilayah Meukek. "Malaupun digerogoti hama penyakit, warga Meukek terus menerus menanami pala. Kondisi ini membuat masyarakat menikmati hasil dan rahmatnya. Seperti dialami sejumlah petani saat ini," papar T Marul.

Pernyataan tersebut di benarkan warga asal Ie Buboh, Meukek, Rasmaden. Katanya, pada Sabtu (10/9/2016) sore kemarin,  diperkirakan ada 2 ton pala  dipetik para petani di pengunungan Ie Buboh. Itu belum lagi di pengunungan Jambo Papeun, areal di sana merupakan lumbung penghasil pala terbanyak di Meukek.

"Sejak harga pala naik,  kehidupan masyarakat tani mulai membaik. Petani pala bahagia dan sejahtera. Kondisi ini harus disyukuri dan dipetahankan. Pemerintah juga harus berusaha mengobati penyakit pala yang akhir-akhir ini mewabah," tuturnya kepada GoAceh,  Minggu (11/10/2016).

Imformasi dihimpun media ini,  menjelang hari raya Idul Adha,  pasaran minyak pala tembus Rp750 ribu per kilogram.  Buah pala mentah ditampung pedagang Rp22.000 - Rp23. 000 per kilogram atau Rp 27.000-Rp28.000 per bambu.

Editor:Zainal Bakri
Kategori:Ekonomi, Badminton
wwwwww