Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
7 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
5 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
9 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
5 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Badminton

Musim Ziarah, Harga Bunga Tabur Meroket di Lhokseumawe

Musim Ziarah, Harga Bunga Tabur Meroket di Lhokseumawe
Penjual memperlihatkan bunga-bunga yang dijajakan, Minggu (11/9/2016)
Minggu, 11 September 2016 20:27 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE - Sejak sepekan menjelang hari raya Idul Adha 1437 Hijriah, banyak warga yang berziarah ke makam. Suasana ini menjadi peluang bagi penjual bunga tabur di sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di Lhokseumawe.

Tingginya permintaan, membuat harga bunga tabur melonjak hingga 100 persen. Menurut pedagang, kenaikan harga itu dipicu tingginya permintaan, sementara persediaan bahan baku berbagai jenis bunga kian minim, akibat kondisi cuaca buruk yang melanda Aceh sejak satu bulan terkahir.

“Harga bunga tabur pada musim ziarah tahun lalu hanya Rp5 ribu per kantong, tapi sekarang kita tidak bisa jual lagi seharga itu. Karena bunga sulit didapat dan terpaksa kita jual Rp10 ribu per kantong,” kata seorang pedagang bunga, warga lingkungan TPU Kuta Blang Lhokseumawe, Juwairiah, (57).

Menurutnya,  pedagang bunga tabur yang manyoritas warga lingkungan TPU sudah mulai menyediakan bunga tabur sejak lima hari yang lalu. Sebab sebagian warga sudah mulai mendatangi TPU untuk berziarah dan berdoa di makam keluarga mereka. Namun suasana jelang hari raya Idul Adha, tak seramai hari raya Idul Fitri.

Dia menambahkan, saat menjelang hari raya seperti ini, pihaknya mampu menjual lima hingga tujuh keranjang bunga tabur setiap harinya. Bunga-bunga tersebut dicari dan dibeli dari masyarakat hingga ke pelosok desa, sehingga bunga tabur yang dijual memiliki kualitas bagus.

“Bunga bunga ini saya beli dari orang gampong. Alhamdunillah pembeli tidak pernah komplain baik itu kualitas bunga maupun keharumannya. Saya bisa dapat hingga Rp200 ribu perhari,” katanya.

Editor:Zainal Bakri
Kategori:Badminton, Ekonomi
wwwwww