Musim Ziarah, Harga Bunga Tabur Meroket di Lhokseumawe
![]() |
| Penjual memperlihatkan bunga-bunga yang dijajakan, Minggu (11/9/2016) |
Penulis: Sarina
LHOKSEUMAWE - Sejak sepekan menjelang hari raya Idul Adha 1437 Hijriah, banyak warga yang berziarah ke makam. Suasana ini menjadi peluang bagi penjual bunga tabur di sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di Lhokseumawe.
Tingginya permintaan, membuat harga bunga tabur melonjak hingga 100 persen. Menurut pedagang, kenaikan harga itu dipicu tingginya permintaan, sementara persediaan bahan baku berbagai jenis bunga kian minim, akibat kondisi cuaca buruk yang melanda Aceh sejak satu bulan terkahir.
“Harga bunga tabur pada musim ziarah tahun lalu hanya Rp5 ribu per kantong, tapi sekarang kita tidak bisa jual lagi seharga itu. Karena bunga sulit didapat dan terpaksa kita jual Rp10 ribu per kantong,” kata seorang pedagang bunga, warga lingkungan TPU Kuta Blang Lhokseumawe, Juwairiah, (57).
Menurutnya, pedagang bunga tabur yang manyoritas warga lingkungan TPU sudah mulai menyediakan bunga tabur sejak lima hari yang lalu. Sebab sebagian warga sudah mulai mendatangi TPU untuk berziarah dan berdoa di makam keluarga mereka. Namun suasana jelang hari raya Idul Adha, tak seramai hari raya Idul Fitri.
Dia menambahkan, saat menjelang hari raya seperti ini, pihaknya mampu menjual lima hingga tujuh keranjang bunga tabur setiap harinya. Bunga-bunga tersebut dicari dan dibeli dari masyarakat hingga ke pelosok desa, sehingga bunga tabur yang dijual memiliki kualitas bagus.
“Bunga bunga ini saya beli dari orang gampong. Alhamdunillah pembeli tidak pernah komplain baik itu kualitas bunga maupun keharumannya. Saya bisa dapat hingga Rp200 ribu perhari,” katanya.












