Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
19 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
13 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
13 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
14 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
19 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Badminton

Kisruh Partai Beringin Kembali Terjadi, Musda di Pontianak Terhenti Gara-gara Gedung Golkar Disegel Ketua DPD Melawi

Kisruh Partai Beringin Kembali Terjadi, Musda di Pontianak Terhenti Gara-gara Gedung Golkar Disegel Ketua DPD Melawi
Kantor DPD Golkar Pontianak disegel. (GoNews/Ngadri)
Jum'at, 16 September 2016 13:04 WIB
Penulis: Ngadri
PONTIANAK - Kegiatan Musyawararah Daerah (Musda) Partai Golkar di Gedung Zamrud JL. Ayani 1, Pontianak Tenggara Kalimantan Barat kembali kisruh. Pasalanya gedung yang dipakai tersebut tiba-tiba disegel oleh salah satu Ketua DPD Kabupaten Melawi sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (15/09/2016) kemarin.

Akibat penyegelan tersebut, Musda tersebut harus terhenti. Sementara Ketua DPD  Partai Golkar Melawi, Firman Muntaco saat menggelar Konferensi Pers, menuturkan, alasannya adalah bentuk kekecewaan.

Firman kecewa dengan salah satu ketua DPD yang selama ini telah melakukan Lobi-lobi ke Ketua Umum di Pusat yang dianggap tidak etis. Selanjutnya Firman mengatakan, terkait penyegelan Gedung Golkar  tersebut, dirinya siap dengan segala konsekwensinya apabila nanti ditegur atau mendapat sanksi dari ketua Umum. "Saya menghendaki agar Ketua Umum Setya Novanto memanggil saya, supaya bisa dijelaskan duduk permasalahan ketika dilaksanakan Musda," ujar Firman di kediamannya.

Ketika Musda dilaksanakan Firman mengaku memilih meninggalkan kegiatan itu lantaran kegiatan itu dianggap tidak relefan lagi untuk dilaksanakan. "Musda ini tidak relevan dan ada yang tidak beres. Saya sengaja meninggalkan Musda dan dilanjutkan anggota yang lain," pungkasnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Metropolitan, Kalimantan Barat
wwwwww